Keuntungan BUMN Melonjak Menjadi Rp 188 Triliun

Pipnews.co.id, Cirebon 11 Maret 2019

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno melaporkan prestasi kementeriannya selama mengelola badan usaha negara di depan ratusan santri di Pondok Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Kamis 7 Maret 2019. Diungkapkan, selama empat tahun sejak akhir tahun 2014, total nilai aset maupun keuntungan BUMN melonjak hampir dua kali lipat.

“Sampai akhir tahun 2018, aset BUMN yang jumlahnya mencapai 143 perusahaan negara, naik hampir dua kali lipat. Ini diperoleh dengan kerja keras seluruh jajaran kementerian dan para pengelola di tiap-tiap BUMN,” ujar Rini..

Ia menjelaskan, total aset BUMN yang di akhir tahun 2014 tercatat berada pada posisi angka Rp 5.200 triliun, sampai akhir tahun 2018 lalu melonjak sampai Rp 8.100 triliun. Target sampai akhir tahun 2019, optimis bisa menyentuh angka Rp 10.000 triliun.

“Target akhir tahun 2019, kita optimis bisa mencapai Rp 10.000 triliun,” tuturnya yang disambut tepuk tangan meriah ratusan santri di GOR Mbah Muqoyim di Komplek Pondok Buntet Pesantren.

Kehadiran Rini ke Buntet untuk memberi motivasi pada acara seminar Santripreuneur yang digelar oleh Yayasan Pondok Buntet Pesantren. Hadir sejumlah kyai pengasuh pesantren tersebut, termasuk kyai sepuh dan pimpinan yayasan, KH Adib Rofiuddin Izza, serta tokoh masyarakat setempat seperti H. Anwar Asmali.

Rini bersama sejumlah direksi di kementeriannya, termasuk para direktur utama BUMN seperti BNI, Bank Mandiri, BRI, PT RNI, PT Wika, Telkom dan banyak lagi. Pada kesempatan itu, para pimpinan BUMN diminta berinteraksi melalui bagi-bagi hadiah setelah melontarkan sejumlah pertanyaan ang ditujukan kepada para santri.

Kunci sukses

Di depan ratusan santri putra dan putri, Rini memberikan motivasi bagaimana kunci bagi orang yang ingin meraih sukses. Meneladani Presiden Joko Widodo, dituturkan, selama memimpin kementriannya, dia berpegang pada perlunya etos kerja yang baik, diantaranya fokus, kerja keras, disiplin, berintegritas tinggi, jujur dan yang paling dibutuhkan saat ini ialah detil.

“Kerjakan semua hal secara detil. Kalau perlu cek ke lapangan. Jangan hanya memperhatikan batu besar, kerikil pun harus dilihat supaya kaki kita tidak keseleo (terkilir:red). Saya meneladani hal ini dari Presiden Joko Widodo selama memimpin negeri ini,” tutur dia.

Pada kesempatan itu, Rini juga mengungkapkan soal keuntungan yang diraih BUMN selama akhir tahun 2014 sejak dirinya dipercaya sebagai menteri. Total keuntungan BUMN, semula Rp 147 triliun, pada akhir tahun 2018 naik mencapai Rp 188 triliun.

“Ini auditnya masih berjalan, belum selesai. Kalau sudah selesai, total keuntungan bisa lebih dari Rp 188 triliun. BUMN-BUMN itu juga dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Rini menjelaskan bagaimana BUMN selama empat tahun ini memiliki kontribusi besar dalam mendukung kebijakan pemerintah, diantaranya soal pembangunan infrastruktur berupa jalan tol. Jika semula jalan tol dari sejak Indonesia merdeka di tahun 1945 sampai akhir 2014 hanya sepanjang 720 kilometer, memasuki akhir tahun 2018 ada tambahan sepanjang 780 kilometer.

“Target sampai akhir tahun 2019 ini ada tambahan 500 kilometer. Jadi totalnya ada tambahan sepanjang 1.250 kilometer jalan tol. Keberadaan jalan tol, merupakan modal bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan perekonomian rakyat,” tuturnya. (PR/Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.