Koperasi Mina Bahari Indramayu dan PT Aruna Industri Bintan Patungan Bangun Pabrik Tepung Ikan.

Pipnews.co.id, Indramayu  –  Koperasi perikanan Mina Bahari di Indramayu, Jawa Barat dan PT Aruna Industri Bintan, di Bintan – Kepri akan menjalin kemitraan untuk membangun pabrik tepung protein ikan. Koperasi Mina Bahari berinvestasi membangun pabrik dengan nilai Rp 11,9 miliar, menyediakan bahan baku dan tenaga kerja, di pabrik yang direncanakan berkapasitas produksi 20 ton per bulan ini. Sedangkan PT Aruna bertindak sebagai jaminan pemasaran, penyedia teknologi, dan pendampingan.

Menurut Sekretaris Koperasi Mina Bahari, Royani, pihaknya sangat optimistis dengan rencana pembangunan pabrik tersebut. Mengingat koperasi beranggotakan 325 orang yang berprofesi nelayan itu sangat menantikan pabrik dapat segera terealisasi. Pembangunan pabrik dinilai akan meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus mendorong pengembangan koperasi. 

“Koperasi sedang mengajukan pembiayaan ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM untuk investasi tersebut. Kami mengharapkan pendanaan tersebut dapat segera cair agar pembangunan pabrik cepat terealisasi, rencananya Oktober 2019. Semua persyaratan pengajuan yang dibutuhkan sudah kami penuhi,” kata Royani,  di Indramayu, Jumat, (20/9).

Masih kata Royani, koperasi sudah menyiapkan lahan untuk pabrik. Mereka juga menjamin ketersediaan ikan untuk kebutuhan bahan baku tepung protein ikan. Adapun jenis ikan yang dibutuhkan untuk membuat tepung protein ikan kata dia adalah ikan pirik. “Ikan kecil yang tidak ada insangnya. Harganya juga sangat murah,” jelasnya.

Kanjut Royani, Koperasi Mina Bahari sebagai  pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Eretan Kulon menerima jenis ikan pirik hasil tangkapan nelayan setiap hari dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan, ikan pirik kerap tidak terserap habis jika hasil tangkapan melimpah, akhirnya kadang terbuang atau dijadikan ikan asin. Harga ikan ini relatif sangat murah, sekitar Rp 1.500 – 3000 per kg.

Menurutnya jika pabrik terealisasi, harga ikan bisa terjamin yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan nelayan. “Nelayan akan mendapat jaminan harga yang lebih baik dan ikan terserap habis oleh pabrik. Ini akan mendorong semangat nelayan menangkap ikan dan kesejahteraan nelayan,” tandasnya.

Sementara itu Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo mengatakan, pengajuan kredit oleh Koperasi Mina Bahari kini tengah diproses tim analisis. “Sudah lolos dari desk review dan pekan ini akan dilakukan on the spot checking ke Indramayu,” kata Braman.

Menurutnya, jumlah pembiayaan yang akan diberikan berdasarkan hasil verifikasi data seluruhnya termasuk data lapangan. Hal itu akan diputuskan dalam forum komite pinjaman yang dipimpin oleh Dirut LPDB KUMKM.

Mitra Sejajar

Menurut Dirut PT Aruna Industri Bintan, Yogi Arrie mengatakan dalam kerja sama antara koperasi dan perusahaan  adalah mitra sejajar. Kemitraan ditargetkan akan mendorong pengembangan koperasi dalam merintis industri perikanan. “Dalam kemitraan ini, perusahaan akan menjadi bertindak sebagai menajemen operasional, penyedia teknologi, manajamen cash flow dan menjamin pasar,” jelas Yogi.

Seluruh produksi tepung protein ikan tersebut akan diserap seluruhnya oleh Aruna. Kemudian seluruh produk tepung protein ikan itu akan dipasok ke Kimia Farma.  Untuk hal ini pihaknya sudah mengadakan MoU dengan Kimia Farma dengan memasok 80 ton protein ikan per bulan.

Masih jelas Yogi, jenis ikan yang dibutuhkan untuk bahan baku tepung protein ikan adalah harus memiliki kandungan minyak rendah, isi perut sedikit dan harganya murah atau low cost economy. Jenis ikan ini jumlah tangkapannya banyak tapi tidak terserap. 
Ia memperkirakan, untuk produksi 20  ton tepung protein ikan memerlukan 70 ton bahan baku ikan.

Tepung protein ikan sangat dibutuhkan sebagai makanan yang kaya gizi.  Aruna sendiri sudah memproduksi tepung protein ikan, namun jumlahnya sangat terbatas. Produk hilir tepung protein ikan berupa biskuit, mie instan,  penyedap rasa dan susu yang dapat menambah massa otot dan mengurangi berat badan. Untuk itu, Yogi  akan menjajaki  kemitraan dengan koperasi perikanan lainnya, antara lain di Subang, Pekalongan, Cilacap, Rokan Hilir dan Tanjung Jabung Timur agar produksi tepung protein ikan  dapat terpenuhi. (Slamet AW).

1 Comment on Koperasi Mina Bahari Indramayu dan PT Aruna Industri Bintan Patungan Bangun Pabrik Tepung Ikan.

  1. Kami adalah distributor bahan pangan dan farmasi di jakarta. Setelah membaca artikel ini kami berminat untuk melakukan kerjasama dan berminat dengan extract ikan gabus yang diproduksi oleh PT.Aruna.
    Boleh kah kami diberikan PIC / marketing yang menanggani extract ikan gabus ini dan teripang extract. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.