KUD Aris, 44 Tahun Eksis dari Koperasi Pertanian hingga Bangun Swalayan

Pipnews.co.id, Banyumas 5 Mei 2018 – Dewasa ini koperasi sebagai badan usaha perkembangannya mengalami pasang surut. Banyak yang kondisinya hidup segan mati tak mau. Padahal khitahnya, badan usaha ini merupakan saka guru perekonomian Indonesia.

Kendati demikian, tidak bagi Koperasi Unit Desa (KUD) Aris di Kecamatan Banyumas Purwokerto Jawa Tengah. Meskipun zaman telah berganti serba digital dan modern, koperasi ini masih berdiri kokoh mengikuti perkembangan dengan sejumlah unit usahanya.

Berdiri pada Juli 1974, KUD Aris yang merupakan kepanjangan dari Anggayuh Rakyat Indonesia Sejahtera ini adalah gabungan dari koperasi-koperasi primer yang ada di dua belas desa di Kecamatan Banyumas.

Saat ditemui metrojateng.com, Ketua KUD Aris, Soenaryo AS menceritakan perjalanan badan usaha tersebut. ‘’Tugas dan fungsi KUD Aris ini sama dengan dengan KUD lain di Indonesia, yaitu menyediakan sarana produksi pertanian, menyalurkan kredit pertanian, melakukan pembelian gabah, menggiling dan menyetor beras ke Bulog. Semua itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam rangka pengadaan pangan,’’ ungkapnya.

Lelaki berusia 80 tahun sekaligus perintis KUD Aris itu menuturkan, meskipun berada di desa badan usaha ini terus berupaya untuk mensejahterakan para anggotanya. Salah satu yang pernah dilakukan yaitu memfasilitasi para anggota untuk mengakses kredit lunak melalui kredit usaha tani. Melalui upaya itu para anggota dapat meminjam dana tanpa agunan.

‘’Tentu ini satu kemudahan, karena tidak semua petani bisa mengakses pembiayaan melalui bank. Apalagi harus pakai agunan. Jadi kalau tidak punya agunan tapi butuh modal usaha kami bisa fasilitasi,’’ katanya.

Kendati demikian, program kredit lunak tersebut harus berakhir di tahun 1998an dan sempat membuat usaha KUD Aris goyah. Namun, hal itu tidak membuat koperasi yang berlokasi di Desa Kejawar Kecamatan Banyumas Purwokerto itu menyerah. Para pengurus pun memutar otak agar organisasinya tetap bisa mensejahterakan anggotanya.

‘’Pada kondisi tersebut mental para pengurus benar-benar diuji. Kami dituntut untuk berinovasi dan punya jiwa wirausaha tinggi untuk mempertahankan serta mengembangkan koperasi ini. Sehingga memang karakter para pengurus ini jadi modal, harus jujur, pintar, berjiwa besar agar koperasi tetap bertahan, dan tak kalah penting anggotanya juga harus punya visi misi untuk maju bersama,’’ ujar Soenaryo.

Toko Modern
Akhirnya pada tahun 2000, KUD Aris mulai mengembangkan sayap usahanya dengan membuka swalayan. Swalayan ini awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan para anggota. Namun, kini telah berkembang pesat menjadi toko modern dengan sistem komputerisasi.

Bahkan tidak puas disitu saja, penguatan usaha lain juga dilakukan KUD Aris dengan membuka toko pertanian, simpan pinjam, hingga jasa pembayaran listrik dan angsuran lainnya.

‘’Untuk omzet swalayan saja sekarang ini bisa mencapai Rp 50 juta/hari. Itu hari biasa, belum kalau pas Ramadan atau Lebaran,’’ tutur Soenaryo.
Adapun, hasil pendapatan unit usaha ini juga disisihkan untuk dana pendidikan anggota, dana sosial, dana gaji karyawan, dan dana cadangan. Kini yang sedang dikerjakan KUD Aris adalah pekerjaan rumah untuk menertibkan para anggota. Per tahun 2017 anggotanya mencapai 415 orang yang tersebar di dua belas desa di Kecamatan Banyumas, serta beberapa anggota luar biasa.

‘’Tidak mudah mengelola pengurus dan anggota, apalagi kaderisasi kepada anak muda sekarang. Maka tantangannya adalah mencari pengurus yang jujur dan berinovasi tinggi untuk mempertahankan serta mengembangkan badan usaha ini. Agar semua manfaat koperasi dapat dirasakan oleh seluruh anggota dan menumbuhkembangkan aktivitas produktifnya,’’ kata Soenaryo.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi UKM Jawa Tengah, Bima Kartika menyampaikan, di era sekarang semua harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk badan usaha seperti koperasi.

‘’Salah satunya harus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi informasi sehingga tidak tertinggal dalam hal kualitas layanan. Ini menjadi tantangan bagi koperasi, termasuk kaderisasi kepada generasi muda,“ katanya. (Yan)
Sumber : Metronews

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.