Bisnis

Melalui IFCA Kementerian Perindustrian Memoles 100 Desainer Muda IKM Fesyen dan Craft

Pipnews.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA) tahun 2020. IFCA merupakan ajang untuk memacu pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM)  fesyen dan kriya agar mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian.nasional.

“IFCA merupakan kompetisi desain nasional yang bertujuan untuk.mencari para desainer muda.berbakat yang memiliki dustainability dalam bidang fesyen dan kriya sehingga IKM kita lebih inovatif dan kompetitif,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam siaran pers di Jakarta (8/11).

Terkait hal itu lanjut Gati, saat ini sebanyak 100 desainer muda peserta IFCA 2020 telah terpilih untuk mengikuti pelatihan tahap I dari 954 pendaftar berdasarkan penilaian tim juri. Seluruh peserta berasal dari berbagai provinsi di antaranya Jawa Tengah (23 orang,l, Jawa Barat (21 orang), Jawa Timur (19 orang), DKI Jak arta (8 orang), Yigyakarta (7 orang), Bali (5 orang) dan Banten. (1 orang), serta peserta lainnya dari Sumatera (10 orang), Sulawesi (4 orang) dan Kalimantan (2 orang).

“Peserta terpilih ini ke depan diharapkan mampu menjadi makers atau desainer produk Indonesia yang berpengaruh dan dikenal di masa depan,” ujar Dirjen IKMA itu.

[08:00, 11/10/2020] Pak Yanes: Gati mebambahkan, pada tahap I para peserta akan diberikan kesempatan untuk memperbaiki konsep karyanya baik dari sisi desain maupun bisnis, yang selanjutnya ajan diseleksi menjadi 14 besar peserta terbaik sebagai nominator IFCA 2020.

“Bagi para nominator akan mendapatkan pendampingan insentif pada coaching tahap II, serta fasilitas pembuatan prototipe untuk selanjutnya dipresentasikan pada penjurian final yang rencanakan dilaksanakan pada awal bulan Desember 2020,” ujarnya.

Pelatihan tahap I IFCA 2020 dirancang dan dilaksanakan atas hasil kerjasama dengan akademisi, institusi atau lembaga serta praktisi yang berpengalaman seperti Institut Teknologi Bandung, LaSalle College Jakarta, Universitas Trisakti, Universiras Prasetya Mulia dan Brand Owner Alvinn T. Para peserta akan mendapatkan tiga materi pelatihan, yaitu desain, sustainability dan bisnis.

Gati menjelaskan, desain produk dinilai berperan untuk memberikan alternatif solusi dari beragam permasalahan sosial dan lingkungan yang terjadi di sekitar. Untuk itu tantangan bagi desainer muda Indonesia mengombinasikan desain produk dengan ide ide yang inovatif sebagai alat untuk mengidentifikasi dan memberikan solusi bagi permasalahan sosial dan lingkungan di sekitar. “Sehingga desain yang baik, bukan hanya meningkatkan data saing produk indystri, namun juga mendorong peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia seutuhnya,”  imbuh Gati.

Desain produk juga tidak bisa dilepaskan dari unsur bahan baku dan lingkungan. Aspek berkelanjutan faktor penting dari suatu produk dan saat ini menjadi tren dan sekaligus kebutuhan masyarakat. Di bidang fesyen dan kerajinan pelaku industri didorong menerapkan prinsip sustainability dalam proses produknya.

“Lewat ajang IFCA 2020, Kemenperin terus mengajak para desainer muda untuk mengeksplorasi desain produk yang ramah lingkungan dan menjadikannya sebagai bisnis yang berkelanjutan melalui kemitraan dengan pelaku IKM,” pungkas Gati Wibawaningsih. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button