Pabrik Kopi Pusat KUD Sumut Membawa Dampak Positif Bagi Petani KOPI di Tapanuli Utara

Pipnews.co.id, Siborongborong 13 September 2018

Tak bisa terbantahkan, bahwa hadirnya pabrik pengolahan kopi milik Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Sumatera Utara bernama PT Sumatera Speciality Coffee (PT SSC) di Silangit, Kecamatan Siborongborong. Kabupaten Tapanuli Utara, telah membawa dampak positif bagi petani kopi di daerah itu.

Bukan apa-apa, selain produk kopi hasil kebun masyarakat di sana terjamin pemasarannya, karena diserap/dibeli PT SSC dengan harga wajar, juga para petani di sana mendapat pembinaan dari PT SSC, bagaimana caranya berkebun kopi yang baik.

“Bahkan lebih dari itu, termasuk bibit-bibit unggul kopi yang sesuai dengan karakteristik pertanahan disana, kami disediakan secara cuma-cuma untuk petani,” tutur Direktur PT SSC Joko Prabowo, saat ditemui Pipnnews.co.id dikantornya, Jalan Raya Silangit-Soborongborong, Tapanuli Utara pekan lalu.

Kata dia, hadirnya PT SSC di Silangit-Soborongborong, yang merupakan salah satu dataran tinggi penghasil kopi di provinsi itu, bukan semata-mata mencari untung saja. Dibalik itu Pusat KUD, melalui anak perusahaan PT SSC, juga punya kepedulian lingkungan, melalui program Social Corporat Responsbility (CSR).

“Lantaran itu, setiap tahun kami harus menyisihkan sebagian dari keuntungan untuk digunakan membiayai program CSR. Sebut saja misalnya pembuatan saluran air bersih, kamar mandi dan WC untuk kebutuhan masyarakat adalah satu diantara yang dibiayai melalui dana CSR,” kata Joko.

Lainnya lanjut dia, memberikan dana bantuan sosial berupa uang dan sembako bagi masyarakat yang benr-benar sangat membutuhkan. Di luar itu, juga ada program khusus pembinaan dan pendampingan terhadap usaha penggemukan ternak sapi potong dan beternak lebah madu kopi.

Oleh karena itu boleh dikatakan di seputar Silangit, Siborongborong telah tercipta suatu kawasan pertanian terintegrasi. Ada kebun kopi, ada perternak lebah madu kopi dan ada pula penggemukan sapi potong, yang satu sama lain saling berkaitan.

“Ambil contoh dengan tanaman kopi yang ada di sana di ternakkan lebah madu kopi, sementara lahan rumput dan hijauan dijadikan makanan ternak, sedang kotoran ternak diolah menjadi pupuk tanaman kopi. Pola ini saling berkontribusi, dan merupakan milik masyarakat yang dibina PT SSC,” imbuh Joko lagi.

Terkait dengan proses pembelian kopi dari masyarakat, khususnya jenis Arabika menurut Joko kualitasnya berbeda-beda, ada yang masih berupa biji mentah dan ada pula biji kopi yang sudah kering. Maka itu, harga pembeliannya juga vareatif, berkisar antara Rp 25 s/d Rp 30 per kg nya.

Sementara masing-masing petani, saat datang menjual kopinya ke lokasi tempat pembelian di seputar pergudangan PT SSC, juga berbeda-beda. Ada yang hanya membawa 5 kg, tapi juga ada yang hingga 100 kg. Rata-rata kopi yang terkumpul setiap hari bisa mencapai 20 ton, atau satu kontainer setiap hari.

Menurut Joko, kopi yang dibeli dari masyarakat seputar Tapanuli Utara, lebih dulu dijemur dan disortir menjadi kopi bakalan setengah jadi. Lalu kemudian di bawa dengan Truck angkutan ke kota Brastagi di Tanah Karo untuk diproses akhir, menjadi kopi kualitas ekspor.

“Selanjutnya biji kopi olahan milik Pusat KUD/PT SSC ini, di ekspor ke Perusahaan Kopi Starbuck di Amerika Serikat (90 %) dan Eropa (10 %). Jika dihitung rata-ratanya, setiap tahun kopi yang diekspor sebanyak 360 kontainer, atau setiap minggu dikapalkan 7 kontainer melalui pelabuhan Belawan, Sumut,” ujar Joko.

PT SSC adalah merupakan perusahaan patungan antara Pusat KUD Sumatera Utara dengan PT. CBI (Cooperative Business International) Indonesia, yang Komisaris Utamanya dipegang Drs. Jabmar Siburian MM, Ketua Pusat KUD Sumut. Asal tahu saja, saat ini Jabmar adalah juga Ketua Umum Koperasi Pengankutan Umum Medan (KPUM) dan Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Utara. (Yannes)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.