Pusat KUD Sumut Mengekspor Kopi Satu Kontainer Setiap Hari

Pipnews.co.id, Medan 25 Agustus 2018

Luar biasa, kalau tak boleh dikatakan mencengangkan. Pasalnya Pusat Koperasi Unit Desa (Pusat KUD) Sumatera Utara mampu mengekspor biji kopi satu kontainer setiap hari ke luar negeri. Atau dengan kata lain 360 kontainer setiap tahun.

Apabila dihitung satu kontainer biji kopi jenis Arabika rata-rata beratnya sekitar 19.200 kg, maka setiap tahun kopi yang diekspor ke luar negeri tak kurang dari 6.912.000 kg, atau 6.912 ton.

“Ekspor kopi bakalan ini dikapalkan melalui pelabuhan Belawan satu kali satu minggu (7 kontainer) dengan tujuan perusahan kopi “Starbucks” di Amerika Serikat (90 %) dan Eropa (10 %),” kata Ketua Umum Pusat KUD Sumut, Jabmar Siburian kepada Pipnews.co.id, saat datang kertandang ke kantor Pusat KUD di Medan pekan lalu.

Meskipun demikian diakui oleh Jabmar, bahwa kegiatan ekspor kopi ini, bukan semata-mata milik Pusat KUD Sumut. Melainkan hasil kerjasama dengan anak perusahan bernama PT. Sumatera Speciality Coffee (PT. SSC), yang Komisaris Utama nya dipegang Jabmar Siburian.

Saat Pipnews datang berkunjung ke Silangit, Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, tempat di mana
kebun kopi rakyat dan pabrik pengolahan kopi PT SSC berada, tampak jelas perusahaan kopi ini memang bukan “ecek-ecek” , tapi merupakan salah satu ekspor kopi paling besar di Sumatera Utara.

Lebih dari itu lagi, kehadiran PT SSC di kabupaten Tapanuli Utara, telah membawa dampak positif terhadap ribuan orang petani kopi yang ada di daerah itu. Selain hasil kebun kopi mereka diserap dan dibeli oleh PT SSC dengan harga yang wajar, para petani juga mendapat penbinaan tentang bagaimana caranya berkebun kopi yang baik.

“Bahkan, bibit kopi dengan kualitas terbaik juga diberikan PT SSC secara cuma-cuma kepada para petani binaan PT SSC yang ada di Tapanuli Utara,” tutur Joko Prabowo, Direktur PT SSC.

Menurut Joko kopi yang diolah PT SSC, semuanya merupakan kopi yang dibeli dari hasil kebun masyarakat, baik yang masih mentah maupun yang kering. Sebelum kemudian dijemur dan diolah menjadi kopi bakalan setengah jadi,
Selanjutnya kopi bakalan ini dikirim ke pabrik kopi PT SSC yang berada di Brastagi, Tanah Karo untuk proses akhir. “Jadi sebelum dimasukkan ke dalam kontainer untuk dikapalkan melalui Belawan, di permak dulu di Brastagi,” imbuh Joko.

Ia mengatakan, hadirnya PT SSC di Tapanuli Utara tidak semata-mata mencari untung melalui transaksi bisnis kopi milik masyarakat. Di balik itu PT SSC juga peduli lingkungan melalui program Social Corporat Responsbility (CSR).

Sebut saja misalnya pembuatan saluran air bersih kebutuhan masayarakat, adalah satu diantaranya. Lainnya pembuatan kamar mandi dan WC umum serta memberikan bantuan sosial bagi masarakat yang benar-benar membutuhkan. Di luar itu juga ada pembinaan terhadap penggemukan ternak dan petani madu kopi.

“Bahkan sarana balai kesehatan di beberapa tempat juga dibantu PT.SSC. “Jadi setiap tahun, kita harus menyiapkan dana untuk biaya program CSR,” ujar Joko, yang mengaku berasal dari suku Jawa. (Yannes)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.