Puskud Jatim, Sepakat Memperkuat Kembali Bisnis Inti Tanaman Padi Berikut Turunannya

Pipnews.co.id, Surabaya 18 Januari 2018

Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Jawa Timur yang menyelenggarakan Rapat Program Kerka (RPK) pertengahan Desember lalu, telah memutuskan sejumlah ketetapan untuk dilaksanakan pada tahun kerja 2018. Satu diantaranya sepakat memperkuat kembali bisnis inti di sektor pertanian, yaitu tanaman padi berikut produk turunannya.

Keptusan tersebut disetujui oleh 77 utusan peserta KUD dan 30 Kepala Perwakilan Puskud Jatim dan akan dimulai dengan pilot project yang melibatkan 25 dari 702 KUD anggota Puskud Jatim.

“Untuk proyek awal itu  25 KUD tersebut disasar untuk menggarap minimal 1.000 hingga 1.500 hektar lahan pertanian sawah di beberapa kabupaten di Jawa Timur,” kata Ketua Umum Puskud Jatim Mardjito GA, melalui keterangan tertulis pekan lalu.

Kata dia, Puskud Jatim selain bersinergi dengan anggota (KUD) dalam pertanian ini, pihaknya juga akan mengupayakan pinjaman pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kiementerian Koperasi dan UKM, maupun melalui pembiayaan yang ada di Pemprov Jatim.

“Saya optimis, program pertanian ini akan membuahkan hasil positif karena sejalan dengan program pemerintah dalam penyediaan pangan terutama beras,” ujar Mardjito, yang juga Ketua Badan Pengawas Dekopin Pusat.

Mardjito mengaku keyakinan terhadap keberhasilan ini tidak mengada-ada. Kata dia, itu dilandasi atas  sarana dan parasarana pertanian yang kini masih dimiliki KUD. Ia memberi contoh, saat ini sebanyak 199 KUD masih eksis memiliki mesin penggilingan padi (Rice Milling Unit/RMU), berikut sarana lainnya, seperti gudang (kapasitas rata-rata 1.000 ton), lantai jemur dan kantor, tester, timbangan, mesin jahit serta zak/packing.

Menurut Mardjito, dari data yang ada Jatim pada 2017 mampu menghasilkan 6.36 juta ton Gabah Kering Giling dan merupakan penyumbang terbesar untuk skala nasional, sehingga memegang peranan penting dalam pencapaian program swasembada pangan.

Terkait dengan besaran modal yang dibutuhkan, Mardjito memperkirakan setiap KUD sedikitnya butuh modal Rp 1 miliar. Dengan demikian  total modal untuk 25 KUD menjadi Rp 25 miliar.

Masih tentang keputusan Rapat Kerja, Puskud Jatim juga memutuskan untuk memperluas jaringan Unit Simpan Pinjam (USP) Terintegrasi. Rencananya akan ada tambahan 100 USP KUD Terintegrasi dengan modal yang dibuthkan Rp 15 miliar.

“Saat ini Anggota USP KUD Terintegrasi yang sudah ada tercatat sebanyak 169 KUD dengan modal penyertaan Puskud Jatim sebesar Rp 19,6 miliar,” kata Mardjito, yang juga mantan Ketua Dekopinwil Jatim. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.