Skim Pembiayaan Syariah Dapat Diakses Langsung UMKM Tanpa Perantara

Pipnews.co.id, Jakarta – Kebijakan terbaru datang dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), bahwa khusus untuk Skim pembiayaan syariah dana bergulir segera bisa diakses langsung pelaku UMKM tanpa harus melalui lembaga perantara keuangan atau koperasi

Demikian antara lain dikatakan oleh Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Jaenal Aripin dalam acara diskusi bertema “Sinergi dalam mengembangkan Industri Ekonomi Kreatif berbasis Syariah” di Jakarta, Selasa (12/11).

Dia mengatakan pihaknya kini sedang dalam proses mengusulkan perubahan layanan kepada Kementerian Keuangan agar ada perubahan skim pembiayaan syariah, yang proses lebih dipermudah..

“Dengan begitu khusus untuk skim pembiayaan syariah  ada perubahan ketentuan sehingga bisa diakses langsung oleh UMKM tanpa melalui lembaga perantara,” katanya,sesuai diskusi.. Namun demikian lanjut dia, ketentuan ini baru berlaku tahun depan.

Sebelumnya kata dia, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 75 Tahun 2011 tentang Tarif Layanan Dana Bergulir disebutkan bahwa skim pembiayaan syariah belum bisa disalurkan langsung kepada para pelaku UMKM tetapi harus melalui lembaga perantara misalnya lembaga keuangan bank, non bank, dan koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah.

Dengan pengajuan yang dilakukan tersebut, kata dia, tahun depan ditargetkan bisa direalisasikan, melihat dari sisi kualitas potensi pembiayaan syariah semakin baik bahkan lebih besar seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap skim pembiayaan syariah. Secara kuantitas animo masyarakat cukup tinggi karena lembaga tersebut menggandeng komunitas-komunitas yang terkait.

“Jaringan komunitas ini dalam memberikan informasi sangat kuat sehingga edukasi bisa lebih efektif,” katanya. Seraya menambahkan pola syariah dianggap oleh berbagai kalangan lebih berkeadilan dan lebih memanusiakan pelaku usaha. Lembaga keuangan syariah juga dinilai pelayanannya lebih ramah, humanis, dan menempatkan nasabah sebagai mitra.

LPDB UMKM menargetkan bisa menyalurkan dana bergulir dengan skim syariah sebesar Rp450 miliar sampai akhir tahun ini. Untuk itu, pihaknya salah satunya akan menggelar Indonesia Syariah Fair, sebagai event untuk memfasilitasi UMKM dalam mendapatkan modal usaha pada 27-29 November 2018.

“Kami berharap ajang ini mampu semakin mendorong inklusi dan literasi pembiayaan syariah di kalangan masyarakat kita,” katanya.

Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muhammad Bagus Teguh Prawira mengatakan secara alamiahnya ekonomi syariah membuka ruang inovasi dan kreativitas dalam bertransaksi.

Selain itu perlu juga standar-standar Islami diterapkan dalam hal sertifikasi, akreditasi, standar untuk pembeda, dan pilar untuk core ekonomi Islam,” katanya.

Di samping itu, industri ekonomi kreatif memerlukan digital ekonomi Islam melalui program akselerasi, hub inovasi untuk wirausaha, serta inkubator startup. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.