Bisnis

Teten Masduki: Ini Pertama Kali Koperasi Unggas Masuk ke Sektor Hulu

Pipnews.co.id, Subang – Koperasi Pinsar Unggas Nasional Sejahtera kini masuk ke usaha pembibitan Grand Parent Stock (GPS) ayam petelur (Layer). Tak khayal langkah ini mendapat dukungan Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) untuk memasuki bisnis strategis tersebut.

Sebab hal ini diharapkan bisa menjadi alternatif dan solusi bagi usaha peternakan ayam yang selama ini dikuasai perusahaan-perusahaan besar.  Demikian ditegaskan Teten Masduki saat peresmian Breeding Farm Grand Parent Stock (GPS) ayam petelur (Layer) Koperasi Pinsar Unggas Nasional Sejahtera, di Kabupaten Subang, Senin (7/12).

Menurutnya Teten, baru koperasi perunggasan satu ini yang masuk ke bisnis hulu, khususnya pembibitan GPS yang pertama kali di Indonesia. Usaha seperti itu sebelumnya hanya dikuasai perusahaan besar maupun perusahaan asing.

MenkopUKM juga optimis kehadiran koperasi ini bisa menjadi solusi. Dari yang selama ini, peternak mandiri masih berjalan sendiri-sendiri. Maka kata Teten, sudah saatnya mereka untuk bersatu dalam wadah koperasi. “Hadirnya koperasi Pinsar kita harapkan bisa menjawab kebutuhan peternak-peternak mandiri, khususnya dalam pengadaan anak ayam,” tegasnya.

Teten meyakini Koperasi Pinsar ini bisa menjadi sentra peternakan ayam dan telur. Apalagi, wilayah Subang dekat dengan Jabodetabek yang merupakan pasar terbesar, akan kebutuhan ayam dan telur. Karena itu pihaknya menyatakan takkan membiarkan para peternak kecil-kecil, atau petani-petani berlahan sempit, berjalan sendiri-sendiri. “Sudah saatnya bergabung dalam kelembagaan koperasi agar usahanya bisa masuk skala ekonomi,” tandasnya lagi.

Menurutny koperasi bisa menjadi offtaker yang akan berhubungan dengan market. Bahkan, pembiayaan di sisi hulu akan lebih mudah karena ada kepastian pembelian produk. Dimana selama ini perbankan menganggap ini sebagai pembiayaan berisiko.

Selain itu Teten juga menginginkan para peternak dan petani masuk ke dalam alur sirkuit ekonomi. Dimana para peternak dan petani tidak hanya mendapatkan keuntungan dari sisi budidayanya saja. “Dengan menjadi anggota koperasi, mereka juga bisa mendapat keuntungan lain dari segala proses ekonomi yang terjadi dari hulu hingga hilir,” ucapnya.

Pasalnya, koperasi yang bermain di seluruh proses produksi, termasuk dari sisi pemasarannya. “Jika mereka tergabung di beberapa koperasi, seperti koperasi produsen, koperasi pemasaran, dan sebagainya, maka mereka juga akan mendapatkan SHU dari koperasi-koperasi tersebut,” paparnya lagi.

Sementara itu Bupati Subang Ruhimat menegaskan pihaknya siap mendukung pengembangan peternakan di Subang. “Saya juga berharap Koperasi Pinsar bisa menjadi Bapak Angkat bagi koperasi-koperasi yang ada di Subang,” tandasnya.

Beroperasi Awal 2021

Adapun Ketua Koperasi Pinsar Produsen Unggas Nasional Sejahtera yang juga Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, Singgih Januratmoko, mengatakan bahwa setelah breeding farm ini beroperasi pada awal 2021, maka bisa dibilang telah menorehkan catatan dalam sejarah perunggasan nasional. “Yaitu, untuk pertama kalinya usaha breeding GPS ayam layer dijalankan sejumlah peternak yang bergabung dalam wadah koperasi,” kata Singgih.

Selama ini, ungkap Singgih, walau usaha peternakan ayam petelur 98% dijalankan peternak rakyat dan peternak UKM, namun di sektor hulu, yaitu pembibitan GPS yang menghasilkan PS masih didominasi perusahaan maupun konglomerasi peternakan terintegrasi.

Nantinya, lanjut Singgih, breeding farm ini akan terisi 5.000 GPS dan akan menghasilkan sekitar 450 ribu Parent Stock (PS) setiap tahunnya. “Dari jumlah tersebut akan menghasilkan sedikitnya 6 juta ekor Final Stock (FS),” ulas Singgih.

Singgih menyatakan, hasil produksi PS tersebut nantinya akan terserap oleh sejumlah koperasi serta peternak UKM ayam petelur. Misalnya, di Lampung, Bogor, Ciamis, Kendal, Blitar dan Yogyakarta. “Nantinya, dengan hadirnya breeding farm Koperasi Pinsar, mudah-mudahan dapat menjadi trendsetter dan benchmark bagi koperasi-koperasi peternakan, khususnya perunggasan,” pungkas nya. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button