TOD Hunian Murah tapi Mewah

Pipnews.co.id, Jakarta 16 Januari 2018

Program sejuta rumah pada 2018 ini terus dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan banyak pengembang. Salah satunya dilakukan oleh PT Patra Jasa melalui anak usahanya Patra Land, bekerjasama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. Kerja sama tersebut kini tengah membangun apartemen berkonsep Transit Oriented Development (TOD), Apartement Tamansari Urbano di Bekasi. Pembangunan apartemen ini ditagergetkan serah terima kunci akhir 2018.

Apartemen yang berlokasi hanya 200 meter dari stasiun Bekasi ini dibangun di atas lahan seluas 1 hektar. Dengan tiga tower dan menyediakan sekitar 1.757 unit. Ada tiga tipe yang tersedia, yaitu tipe studio, satu kamar tidur, dan dua kamar tidur.

Apartemen tersebut juga dikelilingi berbagai fasilitas penunjang, seperti Mall Summarecon Bekasi, dekat pintu tol Bekasi Barat, Terminal Bekasi dan hanya beberapa langkah saja ke stasiun Bekasi. “Patra Jasa mengakuisisi dua proyek apartemenyang sudah dipasarkan, Urbano adalah salah satunya,” jelas Direktur Utama PT Patra Jasa, M Haryo Yunianto dalam keterangannya, Senin (15/1/2018).

Banyaknya badan usaha terlibat pembangunan perumahan, termasuk yang dilakukan BUMNtersebut pun mendapat apresiasi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono. Terlebih perusahaan milik negara ini membangun huian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Mengingat sesuai kesepakatan kata Basuki, di setiap pembangunan TOD, setidaknya 30% harus dialokasikan untuk MBR. Dengan demikian membantu masyarakat dalam memiliki hunian tetap yang tidak jauh dari perkotaan.

Basuki menambahkan terobosan seperti sudah semestinya mendapat dukungan. “TOD ini hunian terjangkau, tapi fasilitas mewah. Beli hunian bonus kereta api,” ujarnya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, baru-baru ini.

Masih diungkapkan menteri, dengan tinggal di TOD masyarakat langsung punya akses dengan transportasi, yaitu kereta api, tanpa  merasakan kemacetan di perkotaan. “Hal ini menjadi kemewahan tersendiri, sebab tidak semua orang bisa mendapat hunian seperti itu,” pujinya.

Selain itu kata Men-PUPR dalam pembangunanTOD juga memiliki fasilitas dasar, seperti kawasan komersial dan tempat parkir. Adanya TOD ini diharapkan mampu mengurangi pergerakan masyarakat dengan kendaraan pribadi sehingga akan mengurangi kemacetan. Dbs/AWes.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.