Jangan Terkecoh Iming-iming Bunga Tinggi

Satgas OJK Ungkap 21 Investasi Bodong yang Perlu Diwaspadai

PIPNews, Purbalingga – Korban “investasi bodong” sudah banyak berjatuhan. Untuk itu diimbau pada masyarakat jika mendapati tawaran investasi beriming-iming bunga tinggi harap waspada. Atau melapor ke pihak berwenang agar tidak menimbulkan celaka pada orang lain.

Investasi bodong kini tidak hanya menyasar perkotaan tetapi sudah ke daerah-daerah, bahkan telah menjalar ke perkampungan. Bentuknya juga bermacam cara. Misalnya yang terjadi di Purbalingga, Jawa Tengah, kedoknya berjualan jamu dan penawaran umroh dan haji dengan harga murah. Beruntung modus seperti ini sudah mendapat perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menaungi wilayah tersebut.

Reaksinya, OJK Purwokerto segera membentuk Satgas Pengawasan (satgas) Cegah Penyalahgunaan Koperasi untuk investasi bodong. Satgas ini akan beranggotakan unsur Kepolisian, Kejaksaan, OJK, Bank Indonesia dan unsur Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Demikian dijelaskan Plt Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, Sumarlan di Pendapa Dipokusumo Purbalingga pekan kemarin. Ciri-ciri investasi bodong kata dia, diantaranya menjanjikan keuntungan yang tinggi, tidak menjual produk dan hanya merekrut keanggotaan.

Lanjut Sumarlan, apabila ada barang, tetapi kualitas barangnya tidak sebanding dengan harganya harus diwaspadai. “Kalau ada penawaran antara barang dan harga tidak sebanding jangan lekas percaya,” katanya saat kegiatan ‘Sosialiasi Investasi Bodong Untuk Para Aparatur Sipil Negara/ASN.

Imbuh Sumarlan, ciri lain dari investasi bodong, biasanya tidak dijelaskan bagaimana cara pengelolaan investasinya, juga tidak jelas struktur kepengurusan, kepemilikan, kegiatan, alamat serta domisilinya.

Di tempat yang sama Asisten Deputi Pemeriksaan Usaha Simpan Pinjam, Deputi Bidang Pengawasan, Kementrian Koperasi dan UKM, Achmad Helmawi Gopar menambahkan, apabila ada orang menawarkan investasi dengan sampai 5 persen perbulan atau 1 persen per hari itu sudah termasuk investasi bodong. Menurutnya Gopar tidak mungkin investasi menghasilkan bunga setinggi itu.

“Segera melapor kedinas terkait, seperti Dinas Moperasi dan UKM kalau ada koperasi ‘abu-abu’ atau investasi yang lain berbentuk koperasi, dan jika lembaga keuangan lainnya laporkan ke OJK,” jelasnya.

Gopar menambahkan, pemerintah daerah juga mempunyai fungsi untuk melakukan pengawasan terhadap koperasi abu-abu dan melakukan pembekuan jika koperasi sudah menyimpang dari tujuannya.

“Cuma kadang-kadang dinas tidak mempunyai kemampuan, baik secara SDM maupun struktural. Namun seandainya masyarakat menemukan investasi ilegal seperti itu segera laporkan ke OJK adar dilakukan penindakan,” ujarnya. Pwk/AWes.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.