Daerah

84.388 UMKM di Jakarta Bakal Dipermudah untuk Dapatkan IUMK

Pipnews.co.id, Jakarta – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI  Jakarta menargetkan penerbitan 84.388 Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) hingga  akhir Agustus 2020. Target itu sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta yang tengah memberikan relaksasi IUMK selama periode pemulihan ekonomi. Relaksasi itu berupa kemudahan, yaitu layanan yang mebdatangi langsung lokasi usaha dan simplifikasi prosedur pelayanan perizinan IUMK.

“DPMPTSP DKI Jakarta memberikan stimulus agar usaha mikro dan kecil (UMK) mampu bangkit di tengah pandemi dan para pelaku usaha memiliki motivasi baru untuk tetap menjalankan usahanya,” kata Kepala DPMPTSP DKI Jakarta Benni Agus Chandra di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta (21/7).

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta sebany buak 84.388 usaha mikro kecil belum memiliki IUMK. “Jumlah itulah yang menjadi target kami memberikan IUMK sampai akhir Agustus mendatang,” tutur Benni.

Benni mengaku, demi suksesnya program ini, pihaknya telah menggerahkan seluruh petugas Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB) untuk melakukan proses asistensi terhadap permohonan IUMK dan membantu proses pengimputan data data yang diperlukan secara daring, sekurang kurangnya 20 asistensi perhsri sesuai dengan wilayah penugasannya.

“Terjadi perubahan penerbitan konsep pola penerbitan IUMK. Bila sebelumnya pemohon yang.mengajukan.berkas permohonan. Selama periode penulihan ekonomi ini, Relaksasi IUMK dilakukan dengan membfaatkan inovasi layanan AJIB yang akan mendatangi lokasi lokasi UMK sesuai data PUMK atau peserta Jakpreneur dari Perangkat Daerah Pemprov DKI Jakarta untuk kemudian dilakukan asistensi dalam mengajukan permohonan IUMK.

Langkah langkah yang dilakukan menurut Benni antara lain memberikan percepatan layanan perijinan dan nonperijinan serta memberikan relaksasi IUMK kepada Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) dengan.memanfaatkan inovasi layanan Antar Jemput Izin Bermotor/AJIB.

Benni menjelaskan, alur menerabh pelayanan relaksasi  IUMK lebih singkat dari segi waktu penerbitan izin simplifikasi persyaeatan perizinan. Dalam proses pengajuan IUMK, Benni menjelaskan, pemohon hanya diminta untuk menunjukkan dokumen odentitas seperti KTP atau SKDS bila pemohon bukan berasal dari wilayah DKI Jakarta. Selanjutnya petugas AJIB akan mengambil foto pemohon dan foto tempat usaha. Setelah itu akan mengimput data pemohon di sistem perizinan IUMK Pemprov DKI Jakarta.

Selanjutnya Kepala Unit Usaha PMPTSP Kelurahan akan melakukan penelitian administrasi dan penelitian tehnis perizinan IUMK untuk kemudian disetujui/ditolak permohonan IUMK tersebut. “Rata rata penerbitan IUMK hanya membutuhkan waktu dalam hitungan jam atau satu hari kerja,” imbuh Benni.

Adapun sumber data pemberian IUMK didapatkan dari Data UMK yang tergabung dalam Program Kewirausahaan Terpadu (PKT) atau saat ini lebih dikenal dengan istilah Jakpreneur dari Perangkat Daerah, peninjauan lapangan langsung di lokasi usaha, dan data UMK juga didapatkan melalui koordinasi penanggujawab pasar tradisional atau pusat pusat perbelanjaan di Jakarta. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button