Aset Koperasi Kredit Obor Naik Menjadi Rp 600,8 Miliar

Pipnews.co.id, Maumere -Tak tanggung-tanggung, aset Koperasi Kredit (Kopdit) CU Obor Mas dari Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT naik menjadi Rp 600,8 miliar pada akhir 2017, dari tadinya Rp 504 miliar pada akhir 2016.

“Atau dengan kata lain pertumbuhan aset Kopdit CU Obor Mas satu tahun terakhir ini naik sebesar Rp 96,7 miliar, atau 17 persen,” kata General Manager (GM) Kopdit CU Obor Mas Leonardus Frediyanto, melalui keterangan tertulis (20/2/2018).

Kata dia, kenaikan aset ini disumbang pertumbuhan bisnis simpan-pinjam yang memang merupakan bisnis inti dari Kopdit CU Obor.Mas. Kenaikan itu antara lain disumbang simpanan anggota yang naik 24 %, yaitu dari Rp 356,4 miliar (2016) menjadi Rp 441,9 miliar (2017).

“Ke depan ini, pengurus menargetkan dapat menghimpun Rp 100 miliar tambahan simpanan baru, untuk kemudian dapat mendongkrak aset Kopdit CU Obor Mas menjadi Rp 750 miliar pada 2018. Guna mencapai target ini, pada 2018, Kopdit meluncurkan produk simpanan baru berupa tabungan mahasiswa,” ujarnya.

Terkait dengan pinjaman yang disalurkan, Frediyanto mengaku , Kopdit Obor Mas sudah mengucurkan kredit pembiayaan sebesar Rp 516,06 miliar. Angka itu kata dia, naik sebesar 25% setara dengan Rp 104,7 miliar bila dibandingkan pada akhir 2016 Rp 412 miliar.

Frediyanto mengatakan, guna memperbesar pinjaman bagi anggota di 2018, pengurus tengah berupaya menurunkan bunga acuan dari 1,25% menjadi 0,65% per bulannya. Sementara di sisi lain akan membuka lima unit kantor cabang yang baru, untuk menambah 10 kantor cabang yang ada.

Sekadar diketahui, pada akhir 2017 Kopdit CU Obor Mas telah berhasil mengantongi izin penyaluran KUR dari Bank Indonesia. Pada tahun itu koperasi ini telah menyalurkan KUR sebesar Rp 100 juta.

Lantas, bagaimana dengan 2018. “Koperasi Obor Mas mendapatkan mandat untuk menyalurkan KUR sebesar Rp 150 miliar. Rinciannya sebesar Rp 100 miliar untuk KUR Mikro dan Rp 50 miliar untuk KUR kecil,” tutur Ferdiyanto. Seraya menambahkan lewat skema KUR Mikro, koperasi memberikan kredit Rp 25 juta dalam tenor waktu 36 bulan untuk pengusaha kecil. Sedangkan KUR Kecil yang dahulu namanya KUR Ritel dapat memberikan kredit dengan kisaran Rp 25 juta – Rp 500 juta dengan masa kredit sampai 5 tahun.

Masih Ferediyanto dikatakan, pihaknya juga membidik anggota menjadi 100.000 orang pada tahun 2018, lantaran pada akhir 2017 koperasi telah berhasil memiliki anggota 76.840 orang. Sepanjang 2017 pertumbuhan anggota naik sebesar 42%. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.