Dekopinwil Jatim Himbau Koperasi Tinggalkan Sistem Konvensional Beralih ke Sistem Online

Pipnews.co.id, 30 September 2018

Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur mengajak seluruh koperasi di Jatim agar seberaga beralih dari sintem konvensional menjadi sistem Online. Hal itu disampaikan Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan dn Kelembagaan Dekopinwil Jatim H. Joko Rokhani Sanjaya dalam sambutannya pada Rapat Konsolidasi Penguatan Peran Lembaga Teknis (JUK/Lapenkop) Dekopinwil di Hotel Bidakara Fancy Tunjungan. Surabaya (29/9/2018).

Menurut Joko Rokhani, sudah saatnya koperasi mengambil peran pada era revolusi industri 4.0, jika koperasi tidak bisa memanfaatkannya, maka bukan tidak mungkin koperasi hanya akan menjadi penonton dan tidak akan mampu mewujudkan visinya menjadi soko guru perekonomian bangsa.

“Presiden Jokwi sudah menyampaikan bahwa making Indonesia 4.0, itu artinya didalamnya mengandung peran koperasi juga harus manfaatkan peluang tersebut. Ya, tidak dimanfaatkan, jangankan jadi soko guru perekonomian, jadi soko murid saja belum tentu mampu,” ujar Joko, yang juga Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo.

Untuk memperkuat pandangannya, Joko sengaja mengklasifikasikan SDM menjadi tiga lapis generasi. Pertama generasi X. Pada posisi ini pola pikirnya cendrung berpikir “jadul” akibatnya selalu menolak perkembangan zaman. Kedua, genegasi Y, pada posisi ini pola pikir dan semangatnya cendrung seperti pemuda. Selain itu, apabila pada ini menjadi pemimpin, maka cendrung untuk berkalaborasi dengan generasi X.

“Sedang yang ketiga, generasi Z, pada posisi ini pola berfikirnya cendrung untuk selalu ingin mencari tahu dan selalu ingin menimba ilmu. Pada posisi tersebut perlu dibimbing dan diajari tentang berkoperasi sebagai kader masa depan koperasi,’ ujar Jokro.

Koperasi Harus Memiliki e-Commerce

Implementasi darim keterlibatan koperasi dalam merespon revolusi industri 4.0 salah satunya adalah koperasi harus memiliki e-commerce dan mampu mengoperasikannya. Adanya e-commerce tentunya akan sangat membantu mempermudah manajemen dan marpeting dan distribusi produk koperasi.

Faktanya, hadirnya industri e-commerce saat ini mampu menekan peran supermarket. Tidak sedikit Supermarket menutup beberapa gerainya di beberapa daerah. Femomena tersebut tidak kemudian dianggap bahwa telah terjadi lesunya daya beli masyarakat. Bahkan dengan adanya e-commerce telah membantu meningkatkan daya beli masyarakat karena masyarakat sangat terbantu.

Perlu diketahui, bahwa pada e-commerce omset yang berputar sekitar Rp 70 triliun perhari. Sementara jika dibandingkan dengan toko konvensional untuk dapat mencapai Rp 70 triliun memerlukan waktu paling cepat 30 hari. Dengan demikian maka pontensi ini harus dimanfaatkan koperasi untuk meningkatkan omset dan SHU nya.

“Tetangga kita sudah punya Lazada, Bukalapak, TokoPedia dan lain-lain. Oleh karena itu koperasi harus memiliki e-commerce tersendiri yang dapat menopang dan menjadi market produk koperasi agar menjadi koperasi yang sehata, kuat dan mandiri. Melalui Dekopinwil Jatim kami siapa menfasilitasi dan mewujudkan adanya e-commerce bagi koperasi,” kata Joko. (Pipnews Jatim/Elc/Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.