Dua Koperasi dan Pengusaha Beras Dapat Bantuan Modal Rp 2,46 triliun di ISEF 2018

Foto ilustrasi

Pipnews.co.id, Surabaya – Business Matching Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018 mencatatkan kesepakatan jual beli dan penyaluran pinjaman sebesar Rp 2,46 triliun pada Kamis (13/12/2018) di Surabaya.
Business matching ISEF adalah ajang pertemuan antara penjual dan pembeli maupun antara lembaga keuangan dengan calon peminjam, yang digagas oleh Bank Indonesia dan digelar setiap tahun. “Kali ini adalah ajang pertemuan ke lima,” begitu dikutip dari siaran pers BI.

Disebutkan, pada kesepakatan pertama transaksi di ajang ISEF itu adalah antara Unit Usaha Syariah Bank DKI dengan dua koperasi di Bogor dan Sidogiri. Syariah Bank DKI menyalurkan dana modal kerja kepada Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPS) Karya Usaha Mandiri Kabupaten Bogor dan Koperasi Simpan Pinjam Syariah Baitul Maal wat Tamwil Usaha Gabungan Terpadu (KSPS-BMT-UGT) Sidogiri dengan total pinjaman sebesar Rp2,34 triliun.

Kesepakatan kedua adalah antara PT Food Station Tjipinang Jaya dengan UD Sahabat Tani, Sidoarjo, Jawa Timur dan Gapoktan Sumber Makmur, Kabupaten Cilacap untuk pengadaan pasokan beras dengan total Rp 33 miliar. Kesepakatan bisnis ini adalah bentuk kerja sama daerah antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta, TPID Purwokerto, dan TPID Jawa Timur.

Aksi jual beli antara badan usaha miliki daerah (BUMD) DKI Jakarta dan dua pemasok beras itu adalah untuk menjaga pasokan pangan di Jakarta. Asal tahu saja, cakupan inflasi Jakarta terhadap inflasi nasional mencapai 16% sehingga penyediaan beras ini merupakan upaya untuk mengendalikan inflasi di DKI Jakarta.
Business Matching ISEF 2018 berlangsung dari Selasa (11/12) hingga Sabtu (15/12) di Surabaya, Jawa Timur. Masih ada berbagai unit usaha yang akan bernegosiasi dengan calon pemberi pinjaman maupun pembeli. Bidang usaha yang ada mencakup perkebunan, industri garmen, perikanan, rempah-rempah, makanan, kerajinan, sektor ekspor, hingga konsultasi investasi.

Sementara itu, calon pemberi pinjaman terdiri dari pondok pesantren, bank, perusahaan swasta, BUMD, komunitas, hingga perorangan yang berasal dari Turki dan Turkmenistan. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.