Garut Green Farm Berhasil Bangun Bisnis Pertanian Terintegrasi Dapat Apresiasi Kemenkop UKM

Pipnews.co.id, Garut –  Kementerian Koperasi dan UKM menilai pola usaha pertanian terintegrasi yang dijalankan pelaku UKM mampu mengoptimalkan hasil tanaman. Pola bisnis ini dinilai perlu diperkuat dengan kemitraan agar semakin berkembang. 

Sebab, dengan konsep tersebut telah mampu mengubah pendekatan cara bertani dari pola tradisional ke pola tepat guna. Hal tersebut setidaknya sudah dicontohkan membangun pertanian terintegrasi oleh UKM Garut Green Farm bisa dijadikan sebagai salah satu percontohan dalam membangun pertanian terintegrasi,” katanya. 

Demikian disampaikan Deputi Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Abdul Kadir Damanik, saat melakukan kunjungan kerja  ke industri pertanian UKM Garut Green Farm,  Jumat (1/2). 

Damanik menamahkan, bahwa penerapan konsep pertanian terintegrasi akan membuat produk pertanian semakin kompetitif, dari sisi kualitas dan jumlah untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor sangat besar. “Oleh sebab itu kami akan terus memediasi dengan masyarakat dan lembaga lain dalam menjalin kemitraan pertanian terintegrasi,” tegasnya.

Masih kata dia, Garut Green Farm merupakan konsep pertanian organik modern yang dikembangkan pelaku UKM Ifan Donofan, asal Kabupaten Garut, Jawa Barat. “Dia menjalankan bisnis pertaniannya  secara rasional dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan community development,”ujarnya lagi. 

Sementara itu Ifan Donofan mengungkapkan, dalam pertanian terintegrasi berbasis green house ini, pihaknya melakukan pendekatan mulai dari proses pembuatan bibit unggul, pupuk organik, penanaman, perawatan dan pengobatan. Bahkan, untuk mengoptimalkan proses penanaman di Garut Green Farm didirikan pula sebuah klinik pertanian. “Dengan adanya klinik pertanian tersebut, maka berbagai penyakit yang menyerang tanaman mampu terdeteksi dan terobati,” kata Ifan.

Dalam membangun community development, Garut Green Farm Ifan menggunakan pendekatan skema syariah, yakni akad bagi hasil Mudharabah. Terkait dengan berapa jumlah nisbah bagi hasilnya, menyesuaikan dengan kesepakatan antara Garut Green Farm dan para petani.

Pola bisnis ini imbuh Ifan, membuat 40 petani bergabung dalam pertanian terintegrasi yang memproduksi produk pertanian sayuran daun berupa pakcoy, lolorosa, letuce, endip, horenso dan lain – lain. 

Selain itu Ifan juga mengajak lebih banyak lagi petani bergabung untuk memasok hasil-hasil pertanian di pasar domestik. Dia mengakui, kebutuhan produk pertanian sangat besar dan diperlukan kemitraan dengan para petani untuk mengembangkan pertanian terintegrasi organik ini. “Jangan sampai tanaman pangan organik hanya dikonsumsi masyarakat Eropa saja tapi juga masyarakat Indonesia,” tandas Ifan. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.