Gubernur Aceh: Koperasi Harus Hadirkan Budaya Kebersamaan.

Pipnews.co.id, Banda Aceh – Musyawarah Wilayah Dekopin Wilayah (Muswil Dekopinwil) Provinsi Daerah Istimewa (DI) Aceh, yang digelar pada Sabtu (9/10), bertempat di Hotel Oasis, Banda Aceh dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Aceh, mewakili Gubernur DI Aceh. Perhelatan yang dihadiri 21 Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) dan lima Pusat Gaungan (Pusgab Koperasi se-propinsi DI Aceh ini, berhasil memilih secara aklamasi Muhammad Ikhsan, sebagai Ketua Dekopinwil Aceh masa bakti 2020-2025.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Aceh yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Aceh Darmasyah, Pemprov Aceh terus mendorong koperasi untuk menghindari, sekaligus membuktikan bahwa koperasi hadir bukan sekadar memburu fasilitas pemerintah. “Karena itu, orientasi Dekopin untuk mulai mendorong dan memfasilitasi usaha anggotanya kita sambut baik,” tandas Gubernur Aceh.

Lanjut Darmansyah, koperasi harus bisa mempertahankan nilai tambah supaya dapat dipercaya anggota. Dengan demikian kata Darmansyah nilai tambah itu bisa dinikmati oleh siapa saja, seperti petani dan anggota-anggota koperasi. Sehingga tidak salah kalau koperasi bukan semata-mata badan usaha, tapi juga ideologi ekonomi.

Untuk itulah, Gubernur akan mendorong perkembangan koperasi agar sejajar dengan gerakan koperasi lain di Indonesia. “Di Aceh Tamiang misalnya koperasi sawit sudah melakukan ekspor,” ujar Darmansyah.

Darmansyah pun mendukung program utama yang akan dikembangkan Dekopin. Menurutnya, saat ini masalah masyarakat, khususnya anggota koperasi adalah masalah kemandirian pangan. “Karena itu pengembangan koperasi ke depan tidak bisa lepas dari perkembangan digitalisasi yang menjadi konsern Dekopin,” pungkas Darmansyah.

Sedangkan Sekjen Dekopin, Sarjono Amsan juga menyampaikan bahwa orientasi Dekopin saat ini adalah mengindentifikasi usaha-usaha potensial anggotanya untuk dikembangkan. “Tugas Dekopin adalah memfasilitasi ke sumber-sumber pembiayaan dan sumber daya lainnya, guna mendorong pengembangan usaha anggota,” ujarnya.

Menurut Sarjono, Provinsi Aceh memiliki potensi yang besar untuk kemandirian pangan. Namun sayangnya, hasil-hasil panen malah dilakukan prosesingnya di propinsi lain, dan hasil prosesing itu dikembalikan dengan nilai yang tinggi untuk konsumsi rakyat Aceh. Karena itu Dekopin akan berupaya mendorong agar prosesing itu dilakukan di daerah pemilikpotensi dengan menggandeng pihak-pihak terkait.

Dengan demikian dalam pengelolaan dan prosesing hasil panen, petani mendapatkan nilai tambah yang dinikmati oleh petani setempat. Tidak sebaliknya dinikmati oleh daerah lain. “Tugas koperasi khususnya Dekopin adalah mengusahakan nilai tambah itu dinikmati oleh anggota koperasi,” tutup Sarjono. (PR).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.