Indonesia Cepat Maju jika Generasi Milenial Jadi Inisiator Berkembangnya Ekonomi Kreatif


pipnews.co.id, Palu – Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong pembangunan perekonomian nasional berbasis ekonomi kreatif di kalangan generasi milenial. Sejauh ini mereka telah menjadi konseptor, sekaligus inisiator berkembangnya ekonomi kreatif di Tanah Air.

Salah satu contohnya ekonomi kreatif, yaitu produksi olahan makanan, desain packaging, menciptakan pernak-pernik kerajinan tangan, kerajinan membatik, tenun, Go-Jek dan sebagainya.

Demikian disampaikan Deputi Pengembangan SDM, Kemenkop dan UKM, Rulli Nuryanto, dalam acara Festival Ekonomi Kreatif Muda Nusantara di Palu, Sulteng, Jumat (15/3).

Rulli menambahkan, membangun ekonomi kreatif intinya segala yang berhubungan dengan proses penciptaan atau memproduksi sesuatu, berdasarkan ide, gagasan dan kreativitas. “Bicara ide dan gagasan kerap berkaitan dengan generasi muda,” jelasnya.

Masih dikatakan Rulli, generasi muda merupakan salah satu elemen masyarakat yang biasanya mempunyai kreativitas tinggi. “Tak heran masyarakat selalu berharap para pemuda menjadi problem solver berbagai persoalan yang sedang membelit bangsa ini. Salah satu persoalan itu terkait bidang ekonomi,” katanya.

Karenanya imbuh Rulli kawula muda hendaknya memainkan perannya memberdayakan masyarakat melalui aksi nyata di bidang yang digeluti. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kondisi perekonomian Tanah Air yang kurang stabil.

Rulli juga meminta pemuda tak boleh minder terkait minimnya permodalan untuk berusaha. Sebab kata dia, modal dan uang bukanlah patokan utama untuk memulai sesuatu. Tetapi pemuda bisa memanfaatkan berbagai ide dan gagasannya perihal ekonomi kreatif untuk memberdayakan masyakat yang lebih fokus. Misalnya UKM dalam bidang kemasan atau packaging.

“Pemuda perlu mengasah daya nalar dan kreativitasnya agar nantinya berbagai konsepsi terkait peningkatan ekonomi UKM bisa diberdayakan masyarakat. Misalnya aneka olahan makanan khas nusantara yang selama ini telah menjadi identitas kultural dan ikon bangsa berpeluang dikembangkan dengan tidak menghilangkan unsur, rasa, dan pakem yang selama ini telah jadi penanda berbagai macam olahan makanan di Indonesia,” tegasnya lagi.

Ia juga menandaskan, pemuda hanya perlu memodifikasi sekaligus menggali kreativitas dalam desain kemasan/packaging, agar lebih berani untuk berkarya dan menciptakan produk yang baik dengan kemasan yang menarik, berkualitas serta bernilai estetik. “Hal ini perlu keterlibatan pemuda dalam pemberdayaan dan pengembangan kualitas SDM pada UKM,” imbuhnya.

Masih papar Rulli, gagasan dan ide-ide yang dihasilkan pemuda bisa melalui berbagai macam cara, yakni membaca, menulis, berdiskusi, mengikuti seminar, pelatihan, dan menonton acara talk show. Berbagai kegiatan tersebut perlu dirangsang di kalangan pemuda sehingga mereka akan menularkan gagasan yang diperoleh untuk pengembangan ekonomi para UKM di Indonesia.

Adapun Festival Ekonomi Kreatif Muda Nusantara yang diselenggarakan Dewan Pengurus Pusat Kawula Muda Nusantara ini, dengan mengangkat tema ‘Kawula Muda Nusantara Tonggak Perekonomian Bangsa Kota Palu, Sulawesi Tengah’. Dihadiri pula oleh Wakil Walikota Palu Pasha Ungu, Kapolda Sulteng dan Kadiskop UKM Sulteng.

Sementara itu di sela-sela acara tersebut juga diadakan kegiatan pelatihan perkoperasian dan vocational pasca bencana bidang kerajinan dan pengolahan kopi oleh Kemenkop dan UKM.

“Acara ini bisa dimanfaatkan sebagai wadah bagi pelaku usaha dalam mengenalkan produk dan layanannya. Untuk itu, saya mengapresiasi dan berharap kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan dan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM dan koperasi,” pungkas Rulli. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.