Instansi Pembina Koperasi dan UKM di DKI Jakarta Amburadul, Sudah Enam Kali Berganti Nama

Pipnews. co. id, Jakarta – Entah apa alasannya, namun yang pasti nama instansi pembina koperasi dan UKM di Provinsi DKI Jakarta terkesan “amburadul” tidak pernah konsisten dan namanya silih berganti dari nama yang satu ke nama yang lainnya. Boleh jadi karena koperasi dan UKM memang dianggap tidak penting dan sah sah saja ditempelkan ke bidang bidang lainnya.

Dalam catatan media online Pipnews.co.id, instansi pembina koperasi ini sudah berganti sebanyak enam kali, dan itu artinya terkesan pemborosan membuang buang uang. “Pasalnya, kop surat, papan nama dan segala tetek bengeknya harus diganti. Itukan membutuhkan biaya,” kata Suharyono, Sekretaris Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) DKI Jakarta kepada Pipnews (30/6).

Adapun enam kali namanya berganti diawali dengan nama Kantor Wilayah Departemen Koperasi (Kanwildepkop) DKI Jakarta, dan ini seiring dengan terbentuknya intansi di tingkat pusat bernama Departemen Koperasi yang dipimpin seorang Menteri Koperasi pada tahun 1983. Sepuluh tahun kemudian (1993) berubah menjadi Kanwildepkop dan PPK (pembinaan pengusaha kecil) DKI Jakarta, karena ditingkat pusat juga berubah menjadi Departemen Koperasi dan PPK.

Selanjutnya, setelah reformasi berubah menjadi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) DKI Jakarta. Sementara di tingkat pusat namanya bukan lagi Departemen tapi menjadi Kementerian Negara Koperasi dan UKM.

Cukup lama namanya Dinas Koperasi dan UKM DKI Jakarta sebelum kemudian berganti nama Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian DKI Jakarta. Lalu yang kelima berganti nama lagi menjadi Dinas Koperasi dan UKM serta Perdagangan DKI Jakarta. artinta di sini bidang perindustrian hilang alias dihapus.

Terakhir, pergantian ke-6 kali terjadi pada Agustus 2019. Parahnya, perindustrian dan perdagangan di tempatkan di depan sementaea koperasi dan UKM dibelakang, atau menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan. Koperasi dan UKM (PPKUJM) DKI Jakarta.

“Ini tidak adil, padahal perindustrian dan perdaganganlah yang datang dan ditempelkan ke dinas koperasi, kok ditarok di depan. Ini menunjulkan pejabat dan DPRD nya tidak suka sama koperasi UKM. Parahh,” kata Suharyono sedikit kesal.

Apa yang dikesalkan Suharyono, memang ada benarnya. Soalnya Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta sudah lebih dulu dibubarkan sebekum digabung ke koperasi. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.