Kadis Koperasi UKM Jateng : 26.568 UMKM Jawa Tengah Terdampak Covid-19

Pipnews. co. id, Semarang – Berita kurang menggembirakan datang dari provinsi Jawa Tengah. Bahwa sedikitnya 26.568 unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di provinsi itu terdampak Covid-19 sepanjang lima bulan terakhir ini.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati mengatakan, bahwa kebanyakan UMKM terdampak pandemi itu bergerak dibidang makanan dan minuman (kuliner), fashion, jasa, perdagangan dan kerajinan tangan.

“Tidak main main memang, pandemi Covid-19 yang melanda tanah air, telah memukul industri UMKM. Kendati demikian berbagai cara dan upaya telah dilakukan pemerinrah agar UMKM dapat bertahan dan didorong untuk semakin maju,” kata Ema dalam diskusi parlemen dengan DPRD Jateng di Semarang (22/7).
Ema menjelaskan, dari 4,1 juta UMKM di Jawa Tengah 3,7 juta merupakan usaha mikro, usaha kecil 354.884 unit, usaha menengah 39,125 unit dan
usaha besar 3.358 unit. Terkait semua ini bantuan terus kami berikan bantuan terus kami berikan, terutama bagi UMKM, karena dengan bangkitnya UMKM perekonomian ikut terdongkrak.

“Sebelum era kenormalan baru untuk membantu UMKM, Pemprov Jateng telah melakukan pembelian masker produk UMKM sebanyak 2,6 juta buah, sedang untuk sektor UMKM makanan diberikan bantuan berupa gula, minyak dan tepung,” kata Eva.

Tidak sampai di situ lanjut Eva, Pemprov Jateng bekerjasama dengan e-commerce besar seperti Lazada dan Gojek untuk memberi pelatihan cara memasarkan produk secara daring. Menurutnya langkah ini dilakukan untuk menunjang pendapatan UMKM serta memperluas pasar. Dia menargetkan pada Agustus nanti ada 530 UMKM asal Jateng yang masuk e-commerce.

“Pada dua bulan terakhir ini saya sudah melakukan survei, rata rata UMKM yang melakukan kerjasama dengan e-commerce selain jangkauan pemasarannya semakin luas, juga mendapatkan kenaikan omset sebesar 200 persen,” pungkas Ema. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.