Kemenkop dan UKM Bantu Akses Bahan Baku Berkualitas Perajin Cangkul Purworejo, dan Dianjurkan Berkoperasi untuk Jamin Pemasarannya

Pipnews.co.id, Purworejo – Koperasi masih menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para perajin. Seperti perajin alat-alat pertanian yang ada di wilayah Purworejo ini. Tepatnya di Desa Kalisemo, Kecamatan Liano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini. Bukti itu dianjurkan Kementerian Koperasi dan UKM, melalui Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Victoria Simanungkalit yang mendorong seluruh perajin yang ada di sentra cangkul tersebut agar tergabung dalam satu wadah usaha bernama koperasi.

Menurutnya dengan berkoperasi akan tercipta efisiensi produksi dan juga pemasaran. Sehingga akan menekan harga satuan cangkul. Dengan berkoperasi, lanjut Victoria, segala kendala yang dihadapi selama ini bisa diantisipasi. Diantaranya, pengadaan mesin teknologi pembuat cangkul, bahan baku, hingga pemasaran, bisa dilakukan koperasi. “Para perajin hanya fokus pada produksi cangkul dan kualitasnya. Urusan lain-lainnya, termasuk permodalan, akan disiapkan koperasi,” jelas Victoria usai meninjau stand Sentra Cangkul Kalisemo di acara Pasar Rakyat dan pameran produk UKM di Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Selasa (7/1).

Masih ditegaskannya, bahwa pihaknya akan mendorong pengembangan Sentra Cangkul Desa Kalisemo tersebut. “Kami akan jalin kerja sama dengan PT Krakatau Steel dalam pengadaan bahan baku baja untuk cangkul dengan standar nasional atau SNI. Setelah itu, kita akan mendorong agar cangkul lokal masuk ke dalam e-katalog,” tandasnya.

Selain itu pihaknya, lanjut dia juga sudah bekerjasama dengan BUMN-BUMN, instansi pemerintah, hingga pemerintah daerah, agar menggunakan produk cangkul buatan anak bangsa sendiri. “Kita akan terus menjaga produksi dan kualitas cangkul dalam negeri, yang tentunya secara perlahan akan mampu mengurangi cangkul asal impor,” tegas Victoria.

Adapun Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Purworejo Bambang Susilo juga menekankan pentingnya berkoperasi bagi para perajin cangkul Desa Kalisemo. Sebab kata dia melalui koperasi, mereka akan memproduksi cangkul yang berkualitas dengan harga lebih murah, ketimbang produksi cangkul sendiri-sendiri.Terlebih lagi, kata dia, selama ini proses pembuatan cangkul masih dilakukan secara manual atau belum menggunakan teknologi mesin. “Saya yakin, dengan berkoperasi, perajin cangkul bisa melawan produk cangkul impor,” ungkap Bambang.

Ia mengakui bahwa produk cangkul Desa Kalisemo secara kualitas sudah bagus. Hanya saja, dari sisi harga masih terbilang tinggi bila dibandingkan produk cangkul asal impor. Menurut Bambang kenapa bisa lebih mahal, karena yang diproduksi perajin Kalisemo adalah cangkul untuk sektor pertanian. Sementara cangkul impor hanya bisa digunakan untuk proyek bangunan. “Jadi, secara kekuatan dan kualitas, cangkul untuk pertanian lebih berkualitas dan lebih kuat,” ujarnya lagi.

Sementara itu salah seorang perajin cangkul Kalisemo bernama Slamet Widodo menjelaskan, sentra cangkul di desanya itu sudah ada sejak lama, alias sudah turun temurun keluarga di sana. “Sudah dari zaman kakek-kakek kita, Desa Kalisemo sudah dikenal sebagai sentra cangkul,” ungkap Slamet.

Ia menambahkan, di Desa Kalisemo terdapat 11 sentra cangkul dengan produksi 15 cangkul perhari persentra. Pemasarannya kata Slamet sudah masuk ke pasar di Yogyakarta, Magelang, Boyolali, Salatiga dan seluruh wilayah Purworejo. Ia mengakui cukup kesulitan pihaknya untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas.

Slamet mengakui dengan harga cangkul Rp150 ribu per buah memang lebih mahal ketimbang cangkul impor. Karena, produk cangkul Kalisemo berbahan plat besi yang diisi baja. “Jangan disamakan dengan cangkul buatan pabrik yang hanya berbahan baku besi tanpa baja. Jadi, secara kualitas, produk cangkul Kalisemo jauh lebih tinggi dibanding cangkul impor,” pungkasnya. (SAW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.