Kemenkop dan UKM Dorong Percepatan Pernyertaan Modal bagi PPKD

Pipnews.co.id, Jambi – Provinsi jambi komit terhadap pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal tersebut dibuktikan dengan pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD). Untuk itu Kementerian Koperasi dan UKM sangat mensupport pembentukan lembaga tersebut. Karenanya, Kementerian puni akan mendorong percepatan penyertaan modal, baik dari pemerintah kabupaten, kota maupun provonsi.

Demikian disampaikan Asisten Deputi (Asdep) Pembiayaan Non Bank dan Perpajakan, Kemenkop dan UKM, Suprapto, saat menjadi pembicara dalam rapat koordinasi percepatan pembentukan PPKD di Jambi, Selasa (3/4).

Perlu diketahui rapat Koordinasi percepatan pembentukan PPKD kali ini, sebagai lanjutan tahun lalu yang telah menghasilkan Peraturan Daerah (Perda). Hanya saja masih memerlukan waktu dan pemahaman yang sempurna dalam proses kelahiran PPKD di daerah tidak terkecuali Jambi. “Rapat koordinasi kedua ini diharapkan tugas tim percepatan yang dibentuk akan semakin jelas dan terukur, sehingga penyusunan naskah akademik, maupun persiapan Perda Penyertaan akan lebih cepat,” kata Suprapto.

Sementara itu, Asisten III Bidang Pemerintahan Setda Jambi, Tagor Mulya Nasution, mengungkapkan dukungan pemerintah daerah untuk penyertaan modal pada PPKD memang sangat diharapkan. Mengingat adanya PPKD ini diyakini akan mampu mendongkrak perekonomian Jambi. “Bagaimanapun akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di sektor ini belum mendapat solusi, maka kehadiran PPKD adalah solusinya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan bahwa, sektor KUMKM di Provinsi Jambi mengalai pertumbuhan yang pesat. Jumlah UKM tercatat 100.898 unit dengan serapan tenaga kerja sebanyak 175.755 orang. Sedangkan jumlah koperasi yang aktif sebanyak 3.896 unit, dengan anggota 361.413 orang. Sedangkan jumlah UKM tercatat mencapai 100.898 unit dengan serapan tenaga kerja sebanyak 175.755 orang.

Seperti banyak terjadi di tempat lain, di Jambi juga permalahan utama KUMKM adalah soal kemasaan, pengolahan dan pemasaran. Trutama pada komoditi dan produk pertanian, diantaranya kopi, pisang, nenas, ubi kayu yang ada sepanjang musim. Selain itu Jambi juga memiliki kekayaan alam yang khas.

Herman Rusdi, Kadis Koperasi dan UKM Jambi meyakini bahwa tidak ada masalah teknis dalam pembentukan PPKD di Jambi, namun sangat membutuhkan dukungan pihak Kemenkop dan UKM secara terus menerus hingga PPKD beroperasi dengan sehat nantinya. “Keberadaan PPKD sebagai kebutuhan yang mendesak, meskipun proses pembentukannya masih lamban,”jelasnya.

Adapun Direktur Utama PT Jamkrida Jawa Barat, Tri Budi Mulyawan, menyatakan bahwa kehadiran PPKD akan mempermudah koperasi dan UMKM yang tidak memiliki agunan dan atau yang agunannya kurang untuk mengakses sumber pembiayaan dari perbankan.

Jamkrida Jabar sejak pembentukannya pada 2012 telah menjamin volume kredit Rp 11,7 triliun dengan volume penjaminan Rp 7,6 triliun, telah membayar klaim senilai Rp 27,7 trilyun. Pemaparan tentang capaian gemilang tersebut pun membuat peserta terkagum.

Bukan cuma itu, Jamkrida Jabar pun lanjut Budi tercatat memiliki equity mencapai Rp 159,8 miliar dengan penyertaan Pemda sebesar Rp 153,2 miliar. Karenanya Budi mengharapkan PPKD yang sangat dinantikan oleh pelaku usaha juga segera terbentuk di Jambi. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.