Kemenkop Dorong Petani Lada Babel Terapkan Sistem Resi Gudang

Pipnews.co.id, Pangkalpinang – Kementerian Koperasi dan UKM mendorong para para petani lada yang merupakan pelaku UMKM di Provinsi Bangka Belitung untuk menerapkan sistem resi gudang untuk menjaga fluktuasi harga komoditas sepanjang tahun.

Asisten Deputi Pengembangan Investasi Kementerian Koperasi dan UKM Sri Istiati mengatakan hal tersebut dalam acara diskusi bertajuk “Sinergi Program Kerjasama Investasi Sistem Resi Gudang dan Paket Kebijakan Ekonomi di Hotel Gren Puncak Lestari kota Pangkalpiang (19/4).

Acara diskusi yang dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi Provinsi Bangka Belitung, DR.Budiman Ginting ini dihadiri sekitar 150 orang peserta calon pengelola gudang yang berasal dari Koperasi dan pelaku UMKM.

Sri Istiati mengatakan dengan menggunakan sistem resi gudang dalam mengelola produk lada akan sangat bermanfaat bagi petani lada untuk menjaga agar hasil panennya stabil harganya di pasaran.

“Apalagi di Provinsi Babel yang mulai beralih dari pertambangan kemudian mengangkat produk unggulan lokal dari sektor pertanian berupa lada dan madu hutan maka resi gudang bisa menjadi pilihan yang sangat baik,” katanya.

Pihaknya juga mendorong pengelolaan sistem resi gudang oleh koperasi yang beranggotakan para petani lada. “Pemerintah siap mendukung koperasi pengelola resi gudang dari sisi pendampingan, kelembagaan, SDM, produksi, hingga pemasaran,” imbuhnya lagi.
Sementara itu Budiman Ginting menyatakan peran koperasi dan UMKM memang sangat penting dalam mengurangi ketimpangan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja di wilayah Bangkabelitung.

Ia juga memberikan arahan dengan beberapa poin penting tentang pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) oleh petani lada. Sebagai contoh, kini telah ada dukungan regulasi berupa Paket kebijakan Ekonomi dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2016 Tentang Bidang Bidang Usaha Tertutup dan Bidang usaha Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

“Lantaran itu, dalam mendorong peningkatan salah satu produk unggulan Provinsi Babel yang sangat potensial yakni lada, ditekankan peran Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Bangka yang akan dikelola oleh Koperasi lada,” katanya.

Hal ini juga sangat didukung oleh Gubernur Babel melalui komitmen dalam pembiayaan yang dinstrikusikan kepada perbankan untuk memfasilitasi pembiayaan SRG melalui pola syariah, dengan nilai pembiayaan sebesar 70 persen dari nilai komoditas yang disimpan di SRG.

“Mengingat animo petani lada yang sangat antusias terhadap gudang SRG lada maka Pemerintah Provinsi Babel pada tahun 2018 akan membangun gudang SRG lada di Kabupaten Bangka Selatan,” kata Budiman.

Selama ini tercatat Provinsi Babel adalah penghasil lada terbaik di dunia dengan tingkat kepedasan mencapai level 6 sedangkan lada negara lain tingkat kepedasannya hanya mencapai level 2.

“Dalam dukungan pembiayaan pelaku UMKM dan Koperasi dapat mengakses pula Bank Sumsel Babel sebagai penjamin pengadaan barang dan jasa di atas Rp200 juta,” katanya.(Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.