Kemenkop UKM Fasilitasi Hak Merek/Cipta/Paten untuk 100 UMKM Sumut

Pipnews.co.id, Medan – Kementerian Koperasi dan UKM, memfasilitasi sekitar 100 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatea Utara, untuk mendapatkan hak merek, hak cipta dan paten, secara gratis.

“Kementerian akan terus membantu dan mendukung bapak-ibu para pengusaha untuk memperoleh kelengkapan perizinan, termasuk hak merek, hak cipta dan paten,” kata Asisten Deputi (Asdep) Standarisasi dan Sertifikasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Siti Darmawisata,ST,MSi, ketika membuka acara Konsultasi Desain dan Kemasan Serta Pemberkasan Pendaftaran Merek Produk KUMKM, di Hotel Wing Kualanamu, pekan lalu.

Menurutnya, para pelaku usaha di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, akan menghadapi persaingan yang cukup ketat sekarang ini, terutama terkait dengan pasar bebas ASEAN. Selain harus meningkatkan kualitas produk dan kemasan, tapi juga harus menyiapkan merek yang ideal dan teregistrasi agar tidak diciplak oleh pengusaha lain.

Pemerintah, katanya, melalui kementerian telah menyiapkan program untuk memfasilitasi para pelaku UMKM, agar memiliki daya saing dalam menghadapi para pengusaha dari luar, khususnya negara-negara ASEAN.

“Kementerian selalu bersinergi dengan para anggota DPR RI, seperti sekarang ini, untuk memfasilitasi bapak-bu para pelaku usaha agar memperoleh kemudahan-kemudahan, baik dalam masalah merek, hak cipta dan paten, mau pun perizinan lainnya. Termasuk memfasilitasi untuk pengembangan usahanya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kementerian telah menjalankan program peningkatan daya saing koperasi dan UKM, melalui Standardisasi dan Sertifikasi Produk Koperasi dan UMKM (KUMKM) di Sumatera Utara, antara lain sertifikasi SNI, ISO/HACCP/PIRT tahun 2018 ditargetkan 330 usaha/produk, sertifikasi hak merek/indikasi geografis 1.514, sertifikasi halal 100 dan sertifikasi hak cipta/desain industri 556 usaha.

Sangat Berharga

Sementara itu anggota Komisi VI DPR RI, H Nasril Bahar SE MM, mengatakan, sekarang ini para pelaku usaha sudah masuk dalam persaingan pasar bebas ASEAN yang cukup kompetitif, dan mau tidak mau harus menyiapkan segala kelengkapan produk, termasuk merek.

“Untuk itu para pelaku UMKM jangan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Kementerian Koperasi dan UKM ini, yang telah memfasilitasi bapak-bu pelaku usaha untuk mengurus hak merek dan hak cipta atau hak patennya,” katanya.

Nasril Bahar yang juga pengusaha ini menceritakan pengalaman pahitnya sekitar 20 tahun lalu, ketika dia mendapat gugatan dari orang lain gara-gara persoalan merek. Ketika itu dia harus membayar cukup besar atas mereknya sendiri. “Hanya karena telat mendaftarkan merek, kemudian merek itu sudah didahului orang lain, dan saya harus membayar mahal untuk itu,” lanjut anggota legislatif dari Fraksi PAN yang membidangi Koperasi dan UKM ini.

Kegiatan Konsultasi Desain dan Kemasan Serta Pemberkasan Pendaftaran Merek Produk KUMKM ini diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari berbagai daerah kabupaten/kota di Sumatera Utara, antara lain Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebingtinggi, Simalungun dan Pematangsiantar. (AWS/Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.