Kemenkop-UKM Fasilitasi Kemitraan Usaha Besar dengan KUKM Perikanan agar Dapatkan Kepastian Pasar

pipnews.co.id, Takalar-Sulawesi Selatan – Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong pelaku koperasi dan UMKM bidang perikanan untuk peningkatan kapasitas usaha dan kompetensinya. Dengan mengadakan bimbingan dan konsultasi oleh para praktisi dan ahli bidang tersebut.

Kegiatan bimbingan dan konsultansi peningkatan usaha produksi perikanan melalui kemitraan ini mendesak dilakukan, karena Takalar merupakan salah satu daerah yang memiliki pelaku KUKM bidang perikanan cukup banyak jumlahnya.

Demikian disampaikan Asisten Deputi (Asdep) Perikanan dan Peternakan, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, Devi Rimayanti, saat membuka acara bimbingan, konsultasi dan kemitraan di Takalar, Sulsel, Selasa (26/3).

Devi menambahkan, kegiatan tersebut sangat penting dan perlu didukung, terutama untuk berbagi ilmu dan informasi, serta pengalaman dalam hal penguatan sistem bisnis koperasi perikanan khususnya di bidang budidaya rumput laut. “Termasuk tentang bagaimana membangun jaringan kerja sama antar koperasi dengan stakeholder terkait,” imbuhnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Kalampa Takalar ini, dihadiri 20 peserta yang merupakan pengurus dan manager koperasi bergerak di bidang usaha perikanan khususnya rumput laut. “Koperasi perikanan dan rumput laut di kawasan itu, selama ini sudah berproduksi tetapi masih terkendala pembiayaan. Maka untuk peningkatan kapasitas produksi yang lebih besar, perlu akses pemasaran dan pengolahan sebagai produk turunan sehingga menciptakan nilai tambah,” jelas Devi.

Menurut Devi, tujuan dari program kemitraan strategis ini diharapkan bagi usaha mikro dan kecil, khususnya nelayan dan pembudidaya bisa mendapatkan kepastian pasar, hasil produksi yang berkualitas, pendapatan dan daya beli masyarakat meningkat.  Sedangkan untuk pihak swasta bisa memberikan keuntungan, karena ada efisiensi biaya produksi, pasokan terjaga dengan konsisten, pasokan sesuai dengan kualitas dan standar permintaan pasar.

Adapun dalam acara tersebut menghadirkan dua pembicara, yaitu Tenaga Ahli dari BLU Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPUMKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan menyampaikan perihal peluang dan tata cara perluasan akses pembiayaan. Pemicara kedua adalah Direktur Utama PT AIMK Bintan yang bergerak di bidang teknologi pengolahan ikan.

PT AIMK ini dihadirkan sebagai contoh koperasi yang sukses dalam mengembangkan pengolahan ikan dan mempunyai teknologi terkini, serta sudah ekspor ke Cina. Saat ini juga telah membangun pabrik pengolahan ikan melalui bioteknologi dan menghasilkan banyak turunan. Seperti tepung ikan yang dijadikan nutrisi untuk mengatasi stunting dan collagen dari tripang untuk kosmetik. Bahan baku tersebut merupakan potensi lokal setempat sehingga begitu mudah didapatkan di Takalar. Demikian potensi dan peluang pasarnya juga sangat terbuka lebar dan menjadi kesempatan koperasi untuk berperan dalam industrialisasi.

Sementara itu Direktur Utama PT AIMK Bintan, Yogie, menyampaikan bahwa nilai tambah dari usaha yang dijalankannya itu berada pada produk olahan bukan raw material. “Saat ini hampir 99% komposisi bahan kosmetik impor, padahal sumber bahan baku utama ada di Indonesia dan melimpah. Sebagai contoh tripang, biasanya dijual hanya Rp 6000 – Rp7000 tetapi ketika diolah menjadi tepung, harga 1 kg mencapai Rp7 juta,” katanya.

Dalam membangun kerja sama antara UMKM dengan PT AIMK imbuh Yogie, PT AIMK akan melakukan pendampingan untuk memproduksi sesuai permintaan pasar, alih teknologi, dan jaminan pasar.

Sedangkan BLU LPMUKP menyatakan kesediaannya untuk menindaklanjuti, terkait akses pembiayaan kepada salah satu peserta yang memenuhi syarat yaitu Koperasi Makkio Dalle. Dalam acara tersebut juga disepakati akan dilakukan pendampingan oleh BLU LPUMKP Takalar, terkait penyusunan proposal dan syarat-syarat serta legalitas yang diperlukan.

Untuk kerja sama dengan PT. AIMK, koperasi akan melakukan identifikasi terhadap potensi dan menyusun rencana kerja sesuai potensi yang dimiliki. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.