Daerah

Kementerian Keuangan Minta Pemda di Bengkulu Dorong UMKM Manfaatkan KUR

Pipnews.co.id, Bengkulu – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.(DJPb) Provinsi Bengkulu meminta semua pemerintah daerah (Pemda) di provinsi itu untuk mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membiayai usaha mereka.

Kepala Kantor Wilayah DJPb Wilayah Bengkulu Syarwan mengatakan, dengan memanfaatkan dana KUR pelaku UMKM banyak terbantu. “Sebab selain suku bunga nya relatif rendah dibanding bunga pinjaman komersial, urusan pengajuan dan proses pencairannya juga mudah,” kata Syarwan dalam keterangan pers yang dilansir Humas Kanwil DJPb Bengkulu (6/4).

Ia menjelaskan, hingga akhir Maret 2021 penyaluran KUR di Provinsi Bengkulu mencapai Rp 749 miliar dan bank penyalur terbanyak PT Bank BRI (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero).

Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur Bintuhan, Kapahiang, Lebong, Muko Muko, Rejang Lebong, Seluma dan Kota Bengkulu.

Berdasarkan rician per daerah penyalur KUR lanjut dia, terbabyak ada di Kabupaten Bengkulu Utara, Kota Bengkulu dan Kabupaten Muko Muko sudah mencapai di atas Rp 100 miliar. Meski begitu, bukan berarti di tujuh kabupaten kainnya tidak ada penyaluran KUR. Tetap ada, tapi volumenya relatip kecil dibanding tiga kabupaten dan kota yang sudah disebutkan tadi.

“Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi, banyak usaha yang memerlukan tambahan modal ataupun bantuan dana untuk memperlancar usaha. Organisasi perangkat daerah dalam hal ini wajib ikut andil dalam mendorong UMKM memanfaatkan KUR ini,” kata Syarwan.

Ia menegaskan, berbagai organisasi perangk at daerah yang memiliki binaan UMKM, seperti Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan harus mendorong pelaku UMKM agar mengakses KUR.

Menurutnya keterlibatan pemerintah daerah itu sangat diperlukan mengingat masih banyak pelaku UMKM yang belum mengetahui cara mengakses bantuan permodalan berbunga rendah tersebut.
[8/4 08.05] Pak Yanes: Selain tu, Syarwan juga meminta pemerintah daerah mendorong masyarakat memanfaatkan kredit Ultra Mikro (UMi) yang menawarkan pinjaman hingga Rp 10 juta per nasabah sebagai upata percepatan pemulihan ekonomi.

Program penyaluran kredit UMi ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, atau masih memiliki potensi ekinomi yang samasekali tidak terjangkau kredit pwrbankan. atau lembaga keuangan lainnya,” ujar Syarwan. Seraya menambahkan, program UMi ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2017 melalui pengalokasian angggran sebesar Rp 1,5 triliun.

“Maka dari itu kita minta dukungan dari pemerintah daerah untuk mendorong.masyaeakat memanfaatkan UMi. Dengan memanfaatkan program program ini, kita harapkan ke depan perekonomian masyarakat akan dapat lebih baik lagi ” pungkas Syarwan.menutup penjelasannya. (Yannes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button