Daerah

Keong Racun Bisa Menjadi Bahan Baku Pupuk Organik

PIPNews, Kalbar-Kemunculan keong racun dalam beberapa dekade memang cukup meresahkan petani. Perkembang-biakannya yang cepat sehingga mudah untuk melahap tanaman padi yang masih belia hanya dalam beberapa hari saja. Saat itu untuk mengatasi hama tersebut tidak ada cara terbaik kecuali mengambilnya dari sawah-sawah untuk dimusnahkan.

Seiring perjalanan waktu akhirnya keong racun mulai dimanfaatkan untuk pakan ternak bebek. Sehingga mengurangi aroma tak sedap di sawah-sawah akibat membusuknya daging keong racun yang dihancurkan dalam karung lalu dituangkan di jalan pesawahan atau pematang sawah. Paling tidak pemandangan tersebut pernah terjadi pesawahan di wilayah Cilacap, khususnya di kecamatan Maos, Adipala dan sekitarnya.

Tapi kini ada inovasi baru dari petani yang memanfaatkan keong racun untuk pupuk organik dalam kapasitas yang lebih besar. Setidaknya penggunaan pupuk organik berbahan keong racun itu telah dilakukan Kelompok tani di Kabupaten Kubu Raya dan Ketapang (Kalimantan Barat/Kalbar). Mereka berkomitmen menggunakan keong sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk organik sebagai upaya mendorong restorasi hutan.

Menurut L Tatang dari Program Manajer Perkumpulan Pancur Kasih, bahwa pembuatan pupuk organik itu sangat penting untuk penguatan kelompok tani di 7 desa yang didampingi dengan menggali potensi dan kearifan lokal setempat.

Tatang menguraikan, pupuk cair itu dibuat campuran dari keong emas, air kelapa dan gula merah. Soal ketersediaan keong emas ini kata dia masih banyak yang menganggu hama padi. Dengan pemanfaatan tersebut sehingga dapat berperan ganda. Selain untuk pupuk juga mengusir hama tanaman padi.

“Pupuk cairnya dibuat campuran dari keong mas, air kelapa dan gula merah. Keong mas itu, jumlahnya banyak dan binatang pengganggu hama padi,” papar Tatang dalam keterangan persnya, Jumat (16/2).

Masih jelas Tatang, selain pupuk cair, ada pula pupuk padat atau kompos yang juga dari bahan sekitar kampung yang sangat mudah ditemui, seperti serasah, dedak, abu dapur dan kotoran ternak. Serasah kompos ini terdiri dari rumput, ranting, batang pisang, dan jerami padi.

Dari 7 desa yang menjadi binaanya itu imbuh sarjana pertanian ini, antara lain Desa Korek, Lingga, Pancaroba di Kecamatan Sungai Ambawang, dan Desa Sungai Enau di Kecamatan Kuala Mandor-Kubu Raya. Sedangkan di Kabupaten Ketapang adalah Desa Semandang Kiri, Desa Paoh Concong, dan Desa Menyumbung.

Menurut Tatang, pembuatan pupuk organik ini, sungguh lebih ramah lingkungan ketimbang menggunakan pupuk kimia yang mudah merusak unsur-unsur dalam tanah. (Dsl/AWes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button