Ketika Penyuluh Koperasi Berkomitmen Jadi Aktivator untuk Memajukan Koperasi.

Penyuluh Koperasi begitu kita menyebut tenaga PPKL (Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan) merupakan tenaga yang dipersiapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM sejak tahun 2012. Mereka bertugas untuk mendata, mendampingi dan menginformasikan keberadaan koperasi-koperasi di daerah sekaligus memberikan penyuluhan bagi masyarakat dan kelompok tertentu yang hendak mendirikan koperasi. Kemenkop memberikan fasilitas dan dukungan bagi kerja-kerja penyuluh koperasi ini dengan berbagai kegiatan termasuk pendidikan pelatihan sebagai bekal dalam menjalankan tugas mulianya.

“Saat ini terdapat 1,330 PPKL yang tersebar di 33 Propinsi di Indonesia. Mereka ini potensial sekali untuk dijadikan sebagai pasukan yang mengaktifkan kegiatan-kegiatan produktif koperasi atau dalam istilah yang sedang kami sosialisasikan yakni Cooperative Cyber Activator, dimana para penyuluh ini tidak saja mendata keberadaan koperasi tetapi menjadi energi baru yang dapat menghimpun kekuatan jejaring koperasi di daerah-daerah sesuai potensi wilayah masing-masing” Papar Bagus Rahman, Asisten Deputi Bidang Penyuluhan Kementerian Koperasi dan UKM di sela-sela acara Bimbingan Teknis PPKL se-Propinsi Lampung di Bandar Lampung Rabu (14/03/2018) kemarin.

Bimbingan Teknis yang diikuti oleh 48 orang PPKL dari seluruh daerah di Propinsi Lampung dijadikan sebagai bahan evaluasi mengenai kinerja PPKL dan peningkatan (up grade) kapasitas dan kemampuan para Penyuluh Koperasi ini terutama dalam menggunakan media sosial untuk pelaporan dan publikasi. Kedepan sistem kerja Penyuluh Koperasi ini tidak hanya sebatas mendata dan melaporkan mengenai keberadaan koperasi-koperasi di daerah tetapi juga informator mengenai keunggulan koperasi-koperasi sehingga peta data koperasi tidak saja bersifat kuantitatif tetapi juga kualitatif.

Dari sisi usia rata-rata para penyuluh koperasi ini relatif masih muda, PipNews yang berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan sebagian mereka ini semua mengaku sudah mempunyai akun media sosial meskipun dengan kadar aktifitas yang berbeda-beda. Para penyuluh koperasi ini pun mengaku sanggup dan siap untuk menggunakan media sosial mereka sebagai sarana untuk mempublikasi dan melaporkan informasi koperasi di daerahnya.

“Untuk mendukung perubahan metode kerja para penyuluh koperasi ini mereka perlu dibekali dengan kemampuan-kemampuan khusus untuk bisa menjadi pendamping sekaligus mengaktifkan koperasi-koperasi yang ada di daerah, tidak saja kemampuan dalam menggunakan media sosial saja tetapi juga manajerial baik cara membaca laporan keuangan maupun manajemen bisnis dan pemasaran agar koperasi dapat terus berkembang” kata Mulyadi, pejabat dari Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Lampung yang telah ikut mendampingi para penyuluh koperasi ini selama bertahun-tahun. (IN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.