Khofifah Kunjungi Koperasi Sapi Perah Setia Kawan Nongkojajar

Pipnews.co.id, Pasuruan – Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengawali lawatannya di Pasuruan dengan mengunjungi pasar tradisional Nongkojajar. Masyarakat sudah menunggu berjejer di pelataran Pasar Nongkojajar, Pasuruan. Khofifah dengan pakaian casual turun langsung menyapa masyarakat yang menyemut, menunggunya. Bersama masyarakat, Khofifah menyusuri lorong-lorong pasar menyapa pedagang dan pembeli di Pasar Nongkojajar.

Setelah sekitar 45 menit menyapa warga Pasar Nengkojajar, Khofifah mengunjungi Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan, yang berada di depan Pasar Negkojajar. Di sini Khofifah menyaksikan proses pengolahan susu sapi murni yang didapat dari petani sekitar wilayah Pasuruan.

Menurut Khofifah, susu produksi Koperasi Setia Kawan ini berpotensi menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Pasuruan. Selain itu, masyarakat bisa lebih berdaya dengan kerja sama keanggotaan hasil ternak, yakni susu.
Meski demikian, kata dia produksi susu Koperasi Setia Kawan masih perlu ditingkatkan.

KPSP Setia Kawan saat ini memiliki 9.300 anggota dengan jumlah sapi sekitar 18000an ekor. “Maka dengan pemetaan seperti ini sangat mudah sebetulnya untuk disiapkan kesanggupan masing-masing keluarga. Masing-masing saya kira antara 7 dan 10 ekor itu baru bisa survive dan sejahtera dari sapi perah,” jelas Khofifah., seperti dilansir Jatimnews.

Sediakan Bibit Unggul Sapi Perah

Kemudian, untuk menjadikan sapi penghasil susu lebih produktif, dinilai perlu bibit unggulan. Maka itu Kofifah berjanji, apabila terpilih sebagai gubenur, ia berkomitmen menyediakan bibit unggulan sapi perah melalui subsidi pemerintah. Kata dia, dengan pembibitan sapi unggulan, produksi sapi bisa lebih meningkat dan berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Jadi pembenihan sapi menjadi penting, supaya bibit-bibit sapi yang ada di daerah termasuk yang Nongkojajar itu bibit unggul yang kira-kira satu ekor itu katakanlah bisa 15-25 liter per hari. Satu, dari produksinya. Kedua, dari jumlah hewannya sendiri. Kalau satu keluarga bisa jadi sampai tujuh ekor rasanya kesejahteraan itu sudah di depan mata,” jelasnya.

Meski demikian, menurut Kofifah sektor manajemen juga menjadi perhatian jika ingin mendorong koperasi sebagai soko guru ekonomi masyarakat. Untuk itu Koperasi perlu meluaskan pasar dan menjalin kerja sama dengan pihak lain yang terkait produksi susu. (Trn/Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.