Kofifah Minta Koperasi dan UMKM Diberi Banyak Akses dan Modal karena Berkontribusi 57,25% pada Perekonomian Jatim

Pipnews.co.id, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa mendorong Dinas Koperasi dan UKM untuk  memberi lebih banyak akses dan permodalan bagi koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Timur (Jatim). Dengan demikian koperasi dan UMKM dapat terus mengembangkan usahanya.

Menurut Kofifah, upaya ini penting dilakukan guna meningkatkan perekonomian Jatim. Mengingat koperasi dan  UMKM berkontribusi terhadap perekonomian Jatim lebih 50% atau sebesar 56,25% terhadap  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim.

“Saya mendorong agar dinas koperasi di provinsi, kabupaten/kota untuk.dapat memberikan akses seluas luasnya. Utamanya guna mengembangkan produk dan dipermudah akses permodalan bagi usahanya. Salah satunya lewat event atau kegiatan yang memberikan ruang bagi pelaku IKM dan UKM bisa bergabung di dalamnya,” kata Kofifah dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Koordinasi Program Prioritas Pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Surabaya kemaren dulu.

Dalam Rapat Koordinasi ini Kofifah menyampaikan, Dinas Koperasi dan UKM dapat dapat mempermudah akses dengan melibatkan para Koperasi-UMKM Jatim pada event berskala nasional. Rencananya event bertema ‘Bangga Buatan Indonesia’ tersebut akan digelar pada Agustus 2021 di Jatim.

Kofifah berharap, event tersebut dapat berperan menjadi program nasional sekaligus sebagai pengembangan pasar bagi pelaku koperasi dan UMKM. Oleh karena itu ia menginginkan agar semua pelaku koperasi dan UMKM dapat turut berkontribusi dalam event tersebut.

“Kebetulan Jatim akan menjadi tuan rumah diacara tersebut Agustus mendatang. Saya mohon pelaku industri, utamanya industri kecil menengah (IKM) bisa bergabung dalam event keren ini. Apalagi ditambah semangat heroik untuk Jatim bangkit di bulan Agustus sydah tepat momennya,” imbuhnya.

Hungga saat ini jelas Kofifah,  tercatat ada 22.834 koperasi aktif dan 9,78 UMKM di Jatim. Keduanya, baik koperasi maupun UMKM berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDRB Jatim sehingga menjadi tulabg punggynf ekonomi di daerah tersebut.

Di kesempatan tersebut Kififah juga menjelaskan, terkait cara pengurusan izin, baik dari IKM maupun UKM. Dalam hal ini IKM dan UKM industri makanan dan minuman (mamin) perlu dilakukan pengamatan lebih jauh dan dilakukan evaluasi.

“Apa betul sudah sesederhana yang dibayangkan. Biasanya juga terjadi problem dalam melakukan online single submission dalam proses pengajuan, itu perlu dikupas satu persatu. Harapannya agar ada solusi,” ujarnya.

Guna mendukung koperasi dan  UMKM Pemprov Jatim telah menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Dana Bergulir (Dagulir) secara simbolis kepada 12 pelaku Koperasi dan UKM dengan total 2,295 miliar.

“Saya berharap, Rakor ini bisa melahirkan program strategis. Hingga nanti kita bisa melakukan pemetaan mana yang bisa dicover Pemprov, kota atau kabupaten hingga ke kementerian-kementerian terkait. Ingat karena sinergitas dan koneksitas sangat penting,” pungkas Gubernur Kofifah. (Yannes).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.