Koperasi Didorong Berinovasi untuk Sejahterakan Anggota

Pipnews.co.id, Sukabumi 19 Februari 2018

Wakil Bupati Sukabumi, Drs H Adjo Sardjono MM mengatakan, dari ribuan koperasi yang ada di Sukabumi, hanya sebagian kecil yang mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Padahal, pelaksanaan RAT merupakan kewajiban pengurus koperasi dan sangat penting bagi sebuah koperasi.

“RAT adalah memang forum laporan pertanggungjawaban pengurus koperasi terhadap anggotanya,” kata Adjo Sardjono saat membuka RAT ke-IX Koperasi Amanah Madani untuk tahun buku 2017, di Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, 15 Februari 2018.

Dikatakannya, koperasi yang mampu menyelenggarakan RAT menunjukkan pengurusnya baik, mampu mengelola kegiatan dan keuangan, jujur dan anggota taat pada aturan. Pengelola dan anggotanya baik-baik dan patuh pada aturan, ia pun yakin koperasi akan maju dan mampu memberikan keuntungan. Keuntungan koperasi dari sisa hasil usaha akan kembali ke anggota sesuai aturan yang ada.

Wabup mendorong koperasi di Sukabumi membuat berbagai inovasi agar bisa lebih berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat. “Koperasi sebaiknya tidak sekadar mengelola simpan-pinjam, tapi ada program-program yang lain yang bisa menyejahterakan dan bermanfaat bagi anggota dan lingkungan,” katanya, seperti dilansir Tribunnews.

Ia menyebut, koperasi tidak hanya membina ekonomi, tetapi juga penting untuk membina sosial dan lingkungan. Ia pun memuji program-program yang dilakukan oleh Koperasi Amanah Madani, seperti 1.000.000 Satu Pohon, Nasabah Pilah Sampah, Pembiayaan Air dan Sanitasi, Pertanian Ramah Lingkungan, serta Nabung Pohon.

“Itu sangat relevan dengan visi dan misi kabupaten sukabumi yang ingin mewujudkan Sukabumi yang religius dan mandiri,” kata dia di GOR Futsal Zola di Desa Palasari Girang, Kalapanunggal, Sukabumi. Koperasi harus mampu memanfaatkan potensi yang ada di lingkungannya untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat umum.

Selain menggelar RAT, pada kegiatan ini turut diselenggarakan workshop yang mendiskusikan topik pengembangan ekonomi berbasis potensi dan kearifan lokal. Workshop menghadirkan beberapa orang narasumber yang berkompeten, antara lain dari BPJS Kabupaten Sukabumi, Koperasi Amanah Madani, Social Conservation Indonesia, dan Yayasan Jaya Laras Sembada.

Ketua Koperasi Amanah Madani, Didin Saadilah menjelaskan, dalam menjalankan koperasinya dia berpegang pada konsep triple bottom line, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Implementasi dari triple bottom line, Koperasi Amanah Madani bermitra dengan SEGS dan Social Conservation Indonesia (SCI) menggulirkan program terpadu yang diberi nama Prakarsa Warga Menuju Desa Lestari (Swadesi).

Kata dia, ada lima pilar program dalam Swadesi, yaitu 1.000.000 Satu Pohon, Nasabah Pilah Sampah, Pembiayaan Air dan Sanitasi, Pertanian Ramah Lingkungan, serta Nabung Pohon. Kelima pilar program Koperasi Amanah Madani itu berorientasi pada upaya membentuk kesadaran dan perilaku untuk melindungi dan melestarikan lingkungan.

Hingga akhir 2017, Koperasi Amanah Madani telah menanam sebanyak 2.300 batang pohon di lahan kritis dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) seluas 6,5 hektare. Selain itu, Koperasi Amanah Madani juga secara aktif melakukan kegiatan kampanye untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya upaya pelestarian lingkungan.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kegiatan pengelolaan usaha yang dilakukan anggota semestinya juga memberikan kontribusi positif kepada lingkungan. Jika kita menjaga lingkungan, sebaliknya lingkungan juga akan menjaga kita, sehingga kita juga dapat menjaga harmonisasi dan keseimbangan alam,” terang Didin.

Ketua Social Conservation Indonesia (SCI), TA Pamungkas, mengatakan, tema RAT kali ini Menuju Koperasi Berwawasan Lingkungan. Melalui Program Swadesi, kata Pamungkas, SCI sebagai implementing partner SEGS ingin turut berkontribusi mewujudkan koperasi yang mampu membangun ekonomi berbasis potensi dan kearifan lokal dengan berwawasan lingkungan.

“Dalam kegiatan ini, kami memberikan pelatihan kepada anggota koperasi tentang pemilahan dan pengelolaan sampah,” kata Pamungkas. Dengan pelatihan ini, warga diharapkan paham, pengelolaan sampah sangat bermanfaat untuk kelestarian lingkungan dan bisa memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka.(Tribunnews/Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.