Koperasi Kopi Akan Didirikan Di Kabupaten Kendal

Pipnews.co.id, Kendal– Lembaga Kajian Percepatan Pembangunan Daerah (LKPPD) menggelar rapat koordinasi dalam rangka peningkatan petani kopi dengan rencana mendirikan Koperasi Kopi Indonesia di Kabupaten Kendal, Kamis (3/01), di Balai Desa Kalibogor, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri Ketua LKPPD, Tri Achmadi, Prof Eun Sup Lee, Camat Sukorejo Achmad Sulkani SSos, Tim Ahli dari P3MD, Dispermasdes Kabupaten Kendal, Tim LKPPD Kecamatan Sukorejo, Patean, Plantungan, Pageruyung, petani kopi Sukorejo, home roastery /Bagor Mas, dan Roastery Kopi Kenjur.

Disampaikan oleh Tri Achmadi, LKPPD memiliki lima program, yang pertama adalah kepemimpinan, kedua wirausaha, ketiga teknologi, keempat inovasi, dan yang kelima adalah berkoperasi. LKPPD bermitra dengan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam menjalankan sesuatu kegiatan tersebut, termasuk bekerjasama dengan mitra-mitra asing. Seperti pada giat Kamis kemarin, investor asal Korea, Prof Eun Sup Lee, ikut dihadirkan dalam rakor.

“Tidak hanya itu, kita juga bekerjasama dengan pemerintah Belanda dalam rangka pembentukan Koperasi model baru yang akan menguntungkan para petani,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Eun Sup Lee yang ditunjuk oleh LKPPD sebagai ketua kehormatan untuk bekerja sebagai Duta Kopi (Konsultan) dalam mempromosikan internasionalisasi kopi Indonesia mengatakan, melaui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan, dirinya akan meningkatkan kualitas kopi.

“Saya juga akan memberikan peluang pebisnis kopi untuk di ekspor ke luar negeri, seperti di Jepang dan Korea”, katanya.

Prof Lee, sapaan karibnya, juga mengungkapkan alasan dirinya hadir di Indonesia. “Saya hadir di Indonesia karena mendapat informasi bahwa dulu produktifitas kopi di Indonesia, Jawa Tengah ini menjadi yang terbaik di dunia, dengan produktifitas 2 ton/hektar. Namun produktifitas itu terus menurun hingga 1 ton/hektar, sehingga saya datang ke sini dengan teknologi baru dan ramah lingkungan. Dalam waktu dekat, produktifitasnya dapat ditingkatkan kembali lebih dari 2 kali lipatnya,” bebernya.

Ia juga mengungkapkan, selama 8 tahun terakhir ini dirinya bekerja sama dengan pemerintahan Maroko untuk meningkatkan produktifitas kopi melalui roasting. Jadi, walaupun Maroko bukan negara penghasil kopi, tapi dengan kopi yang diimpor oleh negara lain dirinya mampu meningkatkan kualitas hasil kopi yang dinikmati masyarakat melaui roasting teknologi di bagian hilir kopi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.