Koperasi Paguyuban Pasundan Didorang Jadi Rumah Besar UMKM

Pipnews.co.id, Cianjur – Untuk membangun skala usaha dan meningkatkan daya saing produk UMKM adalah dengan berkoperasi. Karenanya harus Koperasi Paguyuban Pasundan yang di Cianjur didorong menjadi Rumah Besar bagi seluruh produk UMKM. Demikian diungkapkan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan, saat berkunjung ke Koperasi Paguyuban Pasundan, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (16/10).

Prof Rully menambahkan di acara yang dihadiri Ketua Paguyuban Pasundan Abah Ruskawan ini, meyakini di Cianjur banyak produk yang dihasilkan UMKM, termasuk industri rumahan yang dikerjakan komunitas perempuan. Maka, jika pelaku usaha jalan sendiri-sendiri, usahanya tidak akan efisien. Tetapi dengan bergabung dalam wadah koperasi akan tercipta efisiensi yang lebih baik. Dari mulai efisien biaya produksi, promosi, hingga pengadaan bahan baku. “Para pelaku UMKM bisa fokus dalam produksi, termasuk meningkatkan kualitas produk. Sementara urusan pemasaran akan dilakukan koperasi. “Ini yang dinamakan sharing economy atau ekonomi kolaborasi,” tukas Prof Rully.

Oleh karena itu, Prof Rully juga mendorong Koperasi Paguyuban Pasundan untuk berbasis digital, termasuk dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan para anggotanya. ia menambahkan, koperasi dan UMKM harus mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. “Ini saatnya mereka untuk memasuki ekosistem digital. Harus segera membuat aplikasi marketplace atau e-commerce yang menjual produk-produk UMKM Cianjur,” papar Prof Rully.

Penerima Banpres

Dalam kesempatan  Prof Rully pun menyempatkan berbincang dengan tiga penerima Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) asal Cianjur dan semuanya merupakan anggota Koperasi Paguyuban Pasundan. Mereka mendapat bantuan modal sebesar Rp2,4 juta. Ketiganya itu adalah  Nati (UMK makanan ringan), Larasiti Lestari (perajin hasil bumi gula aren), dan Reni Nuraeni (perajin handicraft).

Menurut Nati, bantuan modal tersebut akan digunakan untuk menambah stok bahan baku (tepung tapioka dan minyak goreng). Pemasaran produk Nati dengan merek Meira Snack sudah dilakukan dengan cara online. “Pemasaran sudah masuk ke Jakarta dan Sumedang “Dengan begitu, produksi keripik dan kerupuk bisa terus berjalan,” kata warga dari Cikalong Kulon, Cianjur ini.

Sementara Reni yang memproduksi kerajinan rajut berupa tas, souvenir, dan sebagainya. Dengan pemasaran online, produk hasil rajutan Reni sudah menembus Bogor dan Tangerang. Banpres tersebut katanya sangat bermanfaat baginya dan pelaku usaha mikro lainnya. “Bantuan Presiden sebesar Rp2,4 juta itu saya pergunakan untuk modal membeli bahan. Dan dari perputaran uang itu, akan saya belikan mesin jahit,” ucap Reni.

Sedangkan bagi Larasiti, Banpres digunakan untuk memperkuat bahan baku pembuatan gula aren. Menurutnya produk gula arenmiliknya yang berbentuk seperti uang koin. Jadi, orang mengenalnya sebagai gula koin. Apalagi dengan tersedianya bahan baku, aku Larasiti, produksinya bisa berjalan kontinu. “Pemasaran gula aren koin masih sebatas wilayah Cianjur saja. Ke depan, saya akan masuk ke pasar online juga,” pungkas Larasiti. (Esawe).

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.