Koperasi Peternakan Sapi Perah Setia Kawan Memproduksi Susu 108 Ton Perhari

Pipnews.co.id, Pasuruan – Satu lagi koperasi produksi susu segar yang hingga sekarang masih tetap eksis, adalah Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan di Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Padahal usia dari koperasi ini  sudah menginjak 51 tahun pada 2018.

Ketua Umum  KPSP H. M. Koesnan SE mengatakan, ekisisnya koperasi yang dipimpinnya hingga sekarang ditunjang oleh berbagai faktor, antara lain kesungguhan dari para anggota melaksanakan kewajibannya sesuai aturan main yang berlaku bagi koperasi.

Namun demikian Koesnan mengakui, adanya kerjasama antara KPLP Setia Kawan dengan dua BUMN, yakni PT Sucofindo dan PT Pelindo sejak tahun 2000, terutama dalam pengadaan bibit sapi perah, serta bantuan sarana dan prasarana, juga ikut menjadi faktor eksisnya KPLP Setia Kawan..

“Sementara pemasaran susu segar yang dihasilkan koperasi boleh dikatakan hampir 100% kita salurkan ke Industri Pengolahan  Susu (IPS) yaitu PT Indolakto. Hanya sebagian kecil produksi susu dipasarkan lokal dalam bentuk susu olahan sederhana,” ujar Koesnan, dalam jumpa pers akhir tahun pekan lalu.

Ia menyebutkan, produksi susu segar koperasinya saat ini meningkat menjadi 108 ton liter per hari dengan populasi sapi perah sebanyak 22.500 ekor. Sementara jumlah anggota yang terlibat sebagai peternak sapi perah sekitar 6.000 orang, yang boleh dikatakan bermukin di seputar lereng Gunung Bromo.

“Dengan meningkatnya produksi susu sapi di Koperasi KPLP tentunya ini berdampak dalam peningkatan pendapatan dan perekonomian para peternak,” imbuhnya lagi.

Koesnan mengatakan, salah satu kebijakan dan program pengembangan di lingkungan koperasinya, adalah  selalu berusaha meningkatkan skala kepemilikan sapi perah pada masing-masing anggotanya.

“Jika sebelumnya rata-rata kepemilikan sapi pertah hanya tiga ekor per anggota, maka saat ini telah tumbuh menjadi tujuh ekor setia anggota,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan jumlah populasi sapi perah di Koperasinya, Koesnan mengaku telah mendapatkan bantuan bibit/semen dari Ditjen PKH Kementan secara gratis. Bantuan tersebut diperolehnya melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Koperasi miliknya juga mengembangkan populasi sapi dengan program sapi gaduhan sejak tahun 1989 dan program sapi Pola Bergulir sejak tahun 2003.

Pengembangan bibit sapi perah di koperasi ini bekerja sama dengan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden milik Ditjen PKH Kementan serta PT Indolakto untuk pembesaran pedet (rearing).

Lebih lanjut Koesnan menjelaskan, untuk meningkatkan produktivitas sapi perah milik anggotanya, mereka melakukan program Penyediaan Pakan Ternak yang berkualitas, baik pakan konsentrat maupun hijauan pakan ternak secara berkelanjutan.

Untuk pengembangan Hijauan Makanan Ternak (HMT), koperasi menyediakan bibit-bibit yang berkualitas, bekerja sama dengan Balai Penelitian Ternak Loka Grati Pasuruan. Juga kerja sama dengan PUM Belanda untuk meningkatkan SDM dan perbaikan nutrisi pakan ternak.

KPSP Setia Kawan saat ini juga tengah mengembangkan susu organik bekerja sama dengan ARLA Denmark.

Untuk perlindungan usaha anggotanya, Koperasi ini juga telah dilindungi oleh Asuransi Ternak (AUTS) kerjasama dengan PT Jasindo yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian. “Jadi banyak sekali kami dibantu dan difasilitasi oleh Kemtan dalam pengembangan usaha kami ini,” ujarnya.

Sekadar diketahui, KPLP Setia Kawan Nongkojajar, adalah merupakan amalgamasi dari 8 Primer Koperasi Susu di Pasuruan, yang pada tahun 1967 sepakat bergabung menjadi satu koperasi. Delapan koperasi itu adalah Trisnojoyo di desa Wonosari, Tirtorahayu di desa Punging Mardisantosa di desa Andonosari Karunia di desa Tutur Ngudiharjo di desa Kayukebek Mardi Rukun di desa Gendro Sido Rukun di desa Tlogosari Mardi Tresno di desa Balarang. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.