Koperasi Syariah Benteng Mikro Menarget Aset Rp 639 Miliar Pada 2019

Pipnews.co.id, Tanggerang Banten – Luar biasa, kalau tak boleh dikatakan mencengangkan. Setidaknya, itulah  catatan yang patut diutarakan dari kinerja Koperasi Syariah – Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) pada dua tahun terakhir ini. Bukan apa-apa, koperasi yang berkantor pusat di Ruko The Times Square, Jalan Boelevard Andalucia Paramount Land Tangerang ini telah mencatat omset Rp 499,309 miliar tahun 2018.

Terungkap dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopyah BMI tahun buku 2018 yang digelar di Spring Club Summarecon Serpong, Tangerang (23/1/2018), bahwa aset itu naik sekitar Rp 88 miliar dibanding aset tahun 2017 sebesar Rp 411,29 miliar. Lantaran itu wajar-wajar saja kalau koperasi ini menarget aset Rp 639 miliar pada 2019. Atau dianggarkan naik sekitar Rp 139 miliar.

“Itu besaran target aset yang kami programkan tahun 2019 ini,” tutur Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara, usai pembukaan RAT, yang dibuka oleh Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indarawan.

Hadir dalam acara ini Wakil Ketua Umum Dekopin Teguh Boediyana,  Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Tabrani. Di sana juga tampak 550 orang delegasi anggota se-Banten dari cabang Tangerang 1, cabang Tangerang 2, cabang Serang, cabang Lebak dan cabang Pandeglang.

Dalam RAT ini, Kamaruddin telah memaparkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai Kopsyah BMI, yang saat ini memiliki anggota sebanyak 144.544 orang tersebar di 8 kabupaten dan kota di provinsi Banten. Memiliki 5 kantor cabang dan 41 kantor cabang pembantu dengan jumlah karyawan sebanyak 686 orang.

“Sementara untuk kinerja 2018, Kopsyah BMI meraup Sisa Hasil Usaha (SHU) setelah pajak sebesar Rp16 Miliar lebih,” kata Kamaruddin, yang pada Harkopnas ke-71 tahun 2018 di Tangerang meraih penghargaan dari Presiden Joko Widodo berupa anugarah “Satyalancana Wirakarya”.

Pada kesempatan pembukaan RAT ini, juga diwarnai dengan peluncurkan buku panduan Model BMI Syariah, yakni sebuah buku Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai petunjuk Operasional Kopsyah BMI yang bisa diluncurkan untuk publik.

Selain itu, juga dilonunching produk terbaru dari koperasi tersebut, yaitu SITASYA (Simpanan Tamasya), sebuah produk yang diperuntukan untuk anggota yang memang memiliki rencana liburan dengan cara menyimpan di Kopsyah BMI. 

Kemudian juga, Kopsyah BMI meluncurkan produk terbaru lainnya, yaitu Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). Koperasi ini bergerak dengan produknya yaitu toko bangunan (toko material) yang melayani kebutuhan bahan material bagi anggotanya.

“Tahun ini kita buka tiga toko bangunan, nanti juga akan buka kafe dan grosir sembako juga,” kata Kamaruddin.

Ia menambahkan dalam pelayanan kepada anggota, Kopsyah BMI memiliki sejumlah produk pembiayaan yaitu, Mikro Mitra Usaha (MMU), Mikro Mitra Mandiri (MMM), Mikro Mitra Ternak (MMT), Mikro Tata Griya (MTG), Mikro Tata Candikta (MTC), Mikro Tata Sanitasi (MTS), Mikro Tata Air (MTA), Pembiayaan Umroh dan Pembiayaan Rumah Tanpa DP.

Sementara untuk menghimpun dana permodalan Kopsyah BMI punya sejumlah produk. Di luar simpanan pokok dan wajib yang disebut sebagai Simpanan Modal Sendiri, juga ada simpanan yang disebut Simpanan Modal Kerja yang diberi jasa. Yaitu Simpanan Sukarela, Simpanan Berjangka, Simpanan Qurban, Simpanan Umroh, Simpanan Haji, Simpanan Sanitasi dan Air, Simpanan Pendidikan, Simpanan Hari Tua dan Simpanan Tamasya

Sekadar diketahui,  3 orang anggota Kopsyah BMI beruntung mendapatkan kesempatan umroh gratis setelah dilakukan pengundian secara terbuka. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.