Koperasi Untuk Bisa Lebih Maju harus Bisa lakukan Kerjasama.

Pipnews.co.id, Pontianak – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)  melalui  Jaringan Usaha Koperasi (JUK) Nasional bekerjasama dengan Juk wil Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi kerjasama antara koperasi dengan koperasi dan antara koperasi dengan badan usaha. Acara di gelar di aula Dekopinwil Kalbar Jalan Letjen Sutoyo Pontianak, di buka secara resmi oleh Muhammad Ghufron, Ketua Komite  permodalan  dan Investasi pada Jum’at 5 Juli 2019. Peserta  terdiri dari  para pengurus koperasi, pelaku UMKM, dan pimpinan perusahaan. Sebagai pembicara dari Bank Mandiri, Gugele dan pelaku UMKM dari kelompok pengrajin kain tenun corak insang berkarya Pontianak.

Usai membuka acara kepada  awak media Ketua Komite permodalan dan investasi Muhammad Ghufron mengatakan, adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk agar supaya koperasi-koperasi  itu  bisa lebih maju.Artinya koperasi  tersebut harus bisa melakukan kerjasama, tidak saja  hanya  kepada   koperasi tapi  kalau bisa juga dengan badan usaha yang lain.Karena sekarang ini era keterbukaan kelemahan dan kekuatan itu  mudah di baca. ”Kalau kita punya kelemahan tentu kita harus memperkuat  diri apakah itu  antar koperasi  atau dengan badan usaha yang lain.”ujarnya

Lanjut Ghufron mengatakan,Pada intinya adalah koperasi harus  melakukan kolaborasi.Karena kolaborasi itu beda dengan persaingan. Kalau yang namanya kolaborasi  yaitu saling melengkapi atau saling isi mengisi.Misalnya koperasi   punya produksi  siapa yang bisa memasarkan hasil produknya tentu  ada pihak-pihak  lain yang memasarkannya  mungkin badan usaha yang lain bisa memasarkannya. ”Seperti koperasi membutuhkan bahan baku kalau tidak bisa di peroleh dari anggotanya atau dari lingkungannya,tentu dia bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain.”katanya

Menyinggung tentang permodalan Ghufron menyampaikan, bahwa  prinsip koperasi itu sebenarnya  harus ada  kemandirian. Dan kalau dia tergantung  kepada modal katakanlah orang  itu pinjam uang  bank maka itu  jauh dari pada prinsif kemandirian. Dia menjelsakan bahwa kepercayaan diri koperasi itu adalah dengan kemandirian terlebih dulu. Jadi di mana kemandirian itu di bangun tanpa harus ketergantungan pada modal. Sebab modal itu bukan menjadi prioritas. Tetapi itu akan menjadi ketergantungan. Contoh  dengan adanya komunitas-komunitas yang  luar koperasi  seperti Grab, tokopedia, online-online itu  sebuah komunitas  ternyata  bisa di kumpulkan  kemudian mereka saling tukar menukar kepentingan ekonominya disitu timbulah sebuah  online. ”Dan itu semua bukan karena modal karena ternyata mereka itu sudah punya modal. Jadi sekarang itu modal tidak penting, justru  kalau kita tergantung modal  untuk  masuk  di  koperasi , itulah malah  menjadi beban.”tukasnya

Ditempat yang sama ketua Dekopinwil Kalbar   Ir.H.Jamaluddin M.Tawil menyambut baik dan sangat apreasiasi kepada  Juk Jaringan Usaha Koperasi  Nasional yang telah melakukan kerjasama  dengan Jaringan Usaha koperasi (Jukwil)  Kalbar untuk menyelenggarakan kegiatan seperti Fasilitasi Kerjasama Antara Koperasi dengan Koperasi dan antara Koperasi dengan Badan Usaha. ”Nah ini menurut saya sangat baik sekali.Karena ini merupakan suatu peluang yang bagus untuk bisa para koperasi bisa berkolaborasi satu dengan yang lainnya.”ucapnya

Dikatakannya, tentunya saya berharap kegiatan seperti ini terus di lakukan karena ini merupakan  kesempatan baik bagi koperasi serta UMKM . Jadi dengan adanya kegiatan ini tentunya akan memberikan suatu keberuntungan bagi kita semua. Jarang sekali kegiatan seperti ini kita temukan. ”Patut kita berikan apresiasi dan kita ucapkan terimakasih kepada Juk sebagai penyelenggara. “Tutur Jamal mengakhiri (Sur)   

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.