KPRI “NEU” RSUD Banyumas Ekspansi Keluar Kandang Membuka Toko Perkulakan

Pipnews.co.id, Purwokerto – Banyumas, adalah nama sebuah kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Banyumas dengan ibukota Purwokerto. Kecuali itu Banyumas juga membawakan nama sebuah ex karasidenan, yaitu Karasidenan Banyumas-peninggalan Belanda yang waktu itu membawahi empat kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara.

Tapi uniknya, Banyumas sendiri sesungguhnya tak lebih dari sebuah wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Banyumas, atau satu diantara 27 kecamatan yang ada di kabupaten Banyumas. Jaraknya dari kota Purwokerto sekitar 10 kilometer.

Namun, dalam konteks kali ini, yang ingin dibicarakan bukan soal pemerintahan Banyumas, atau kewilayahannya. Tak lain tak bukan adalah soal kehadiran sebuah koperasi di wilayah itu, bernama Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Nyinau Ekonomi Utomo” (NEU), milik pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Banyumas.

Manakala Pipnews.co.id datang bertandang ke sana pekan lalu, tampak jelas, bahwa koperasi ini adalah sebuah koperasi sukses dan patut “diacungi jempol”. Bukan apa-apa, penampilan pertokoan swalayannya, atau “Perkulakannya” bertingkat dua memang tampak begitu mentreng dan “wah”. Wajar kalau koperasi ini diusulkan menyandang predikat sebagai koperasi berprestasi.

Ada memang yang tampak menonjol dari koperasi milik para dokter, paramedis dan karyawan dilingkungan RSUD Banyumas ini. Yaitu keberaniannya melakukan ekspansi – keluar kandang dan membuka bisnis baru berupa Toko Perkulakan di luar komplek RSUD Banyumas. Sangat “kontras” memang apabila dikaitkan dengan tahun berdirinya koperasi ini, yaitu  15 Desember 1941.

Ketua KPRI NEU RSUD Banyumas Tulus Setiono (kiri) dan General Manager Sarwono Adiyanto (kanan) 

“Jadi dengan demikian , boleh dikatakan KPRI NEU RSUD Banyumas hampir 75 tahun lama hanya berbisnis di lingkungan sendiri. Baru pada tiga tahun terakhir berani keluar mengadu nasib berbisnis perkulakan,” kata Ketua KPRI NEU RSUD Banyumas Tulus Setiono S.Kep.Ns,MPH saat berbincang dengan Pipinews.co.id dikantormya.

Tulus mengatakan dengan dibukanya Toko Perkulakan di luas kompleks RSUD Banyumas, tepatnya di Jalan Pramuka/Desa Sudagaran, itu artinya KPRI NEU kini memiliki pertokoan empat unit. Tiga lainnya berada di Komplek RSUD Banyumas, yang  disebut Toko A, Toko B dan Toko Sakura.

Masing-masing unit toko ini memiliki fungsi yang sama, yaitu menyediakan kebutuhan pokok bagi anggota dan masyarakat pengunjung yang datang ke RSUD Banyumas. Di luar itu toko ini juga dilengkapi dengan outlet untuk pelayanan Counter dan PPOB (Payment Point Online Bank,”

Hebatnya lagi, semua unit toko maupun perkulakan sudah dilayani secara modern dan barangnya dapat diantar langsung ke tempat sipembeli melalui layanan Member Delivery Order Service (MADOS) apabila para konsumen berbelanja minimal Rp 200.000,-

“Dalam perkembangan sekarang pengiriman melalui MADOS bukan lagi sekadar diseputar Banyumas, tapi sudah melebar meliputi lintas kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Cilacap, Banjarnegara dan Kebumen,” imbuh Tulus, seraya mengaku di RSUD Banyumas ia memegang jabatan sebagai Kepala Bidang Keperawatan.

General Manager (GM) KPRI NEU RSUD Banyumas Sarwono Adiyanto SE ditempat yang sama mengatakan, koperasi yang dimanegerinya tidak hanya berbisnis di sektor pertokoan, kendatipun itu sebagai bisnis andalan. Di luar itu juga punya sejumlah unit usaha lainnya, yaitu simpan pinjam, Cafe/kantin, layanan parkir dan foto copy.

“Pada tahun kerja 2017, semua unit usaha ini mencatat omset sekitar Rp 21,6 miliar, dan dari perputaran usaha ini diraup keuntungan berupa Sisa Hasil Uaha (SHU) sebesar Rp 70,853 juta. Sementara aset yang dimiliki rentang waktu yang sama tercatat sebesar Rp 31,327 miliar,” tutur Sarwono.

Terkait plafon pinjaman yang dapat diberikan kepada anggota berkisar antara Rp 10 juta s/d  Rp 100 juta, tergantung siapa yang meminjam dan disesuaikan dengan gaji pokoknya. Bunga pinjaman  dipatok  1 % (persen) perbulan dan dapat diangsur selama 36 bulan (tiga tahun) melalui pemotongan gaji oleh Bendaharawan.

Dalam menghimpun permodalan sendiri, koperasi ini tidak semata-mata mengandalkan Simpanan Pokok (Rp 100.000) dan Simpanan Wajib Rp 40.000/bulan. Di luar itu juga ada simpanan mrib deposito yang diberi jasa, antara lain Simpanan Hari Raya, Simpanan Manasuka, Simpanan Wajib 1, Simpanan Wajib 2, Simpoanan Khusus Modal dan Simpanan Pembangunan.

KPRI NEU RSUD Banyumas kini memiliki anggota 799 orang diurusi lima orang personil, yaitu Tulus Setiono S.Kes.Ns,MPH (Ketua), Wahyu Ikka Seyarini M.Kep.Sp.Mat (Sekretaris), Irnidya Harmiastuti SE, M.Ak,CA (Bendahara), Yusrianto Rohmah S.Kep.NS (Sie Perdagangan jasa dan umum) dan Tarsim (Sie Simpan Pinjam). Sementara Pengawas diisi Dwi Mulyatno SPd.M.Kes (Ketua), Rayna Puspasari AMG (Anggota) dan Achadi Kusdiantoro (Anggota).

Sementara jajaran Manajemen dipegang Sarwono Adiyanto SE selaku General Manager (GM), yang membawahi tiga orang manager, yaitu Rasiri (Manager Simpan Pinjam), Wahyu Sutanto SPd (Manager Perdagangan Jasa dan Umum), dan Tuti Susanti SPd (Manager Organisasi). Mereka ini sehariannya dibantu 20 orang staf karyawan. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.