KPSBU Itu Kebanggaan Kami Kata Bupati Bandung Barat

Pipnews.co.id, Lembang – Ribuan anggota Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2017 di Lembang, Kamis (22/3/2018) dengan dihadiri langsung Bupati Kabupaten Bandung Barat,(KBB) Abubakar.

Dalam kesempatan itu, Abubakar mengapresiasi pelaksanaan RAT KPSBU yang menghasilkan beberapa keputusan. Bagi Abubakar, KPSBU ini merupakan kioperasi kebanggaan KBB yang telah menasional.

“Saya melihat adanya KPSBU ini banyak peternak yang terbantu kesejahteraannya, karena mempertahankan produksi dan kualitas,” kata Abubakar dalam sambutannya dihadapan para peternak sapi,perah anggpta KPBSU.

.Pemerintah KBB, menurut Abubakar telah melakukan bimbingan teknis dengan jelas, pengawasan kesehatan hewan, dan kualitas bibit, serta menguatkan kelembagaan.

“Kami juga guna mendukung penghijauan untuk pakan hewan sedang dilakukan di daerah Gununghalu dan area pinggir Saguling, dengan menanam rumput gajah maupun Indigofera yang mengandung serat lebih banyak,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KPSBU Dedi Setiadi mengatakan, KPSBU Lembang merupakan koperasi produsen susu sapi terbesar di Indonesia. Produksinya mencapai 150 ton, jauh mengungguli produksi koperasi produsen susu lainnya.

Menurut dia keberhasilan koperasi yang dipimpinnya tidak lepas dari strategi pendekatan kualitas. Koperasi ini bahkan mengibarkan slogan “Dengan kualitas kita berjaya, tanpa kualitas kita tiada” ujarnya.

Tekad mengedepankan kualitas dalam menjalankan usaha diwujudkan dalam tindakan. KSPBU membentuk SKT (Satuan Kerja Terkecil) yang melibatkan penyuluh, tester susu dan pencatat, sehingga kualitas susu dihasilkan memenuhi standar nasional. Dari laporan SKT ini, Koperasi tahu mana anggota yang telat menyetor susu sampai tingkat kebersihan. Dengan cara begini, penghargaan dan punishhment diberikan sesuai kinerja anggota.
Gebrakan lain dilakukan KPSBU yang pada 2016 mencatatkan aset Rp93 miliar dan omzet Rp403 miliar ini adalah mendirikan Desa Susu di Lembang. Desa Susu merupakan hasil kerja sama dengan Frisian Flag, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda. Di desa ini peternakan sapi dikelola secara modern seperti dipraktikkan di negara-negara maju. Mulai dari pemberian pakan, desain kandang, sampai pemeliharaan sapi dilakukan sesuai standar internasional.

Selain itu, KPSBU memiliki Rumah Pemotongan Hewan (RPH) untuk menampung sapi anggota yang sakit. Dengan menyetor sapi di RPH Koperasi, harga jual yang diterima anggota jauh lebih besar daripada diserahkan ke pihak lain. Uang hasil penjualan sapi afkir ini dapat dibelikan sapi baru, dimana kekurangan harga beli akan ditanggung koperasi. Menariknya, dana talangan sapi baru tidak dikenakan bunga sama sekali. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.