KSP Elsira Nauli Rata Gelar Lokakarya Reformasi Koperasi di Pematangsiantar

Pipnews.co.id, Pematangsiantar 3 Mei 2018

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Elsira Nauli Rata menggelar lokakarya reformasi koperasi di Sapadia Hotel Jalan Sudirman Pematangsiantar, Jumat (1/6).

Menejer KSP Elsira Nauli Rata Ricard Munthe mengatakan, acara lokakarya diadakan untuk menggali pemikiran anggota koperasi sebagai pelaksana. “Kita mau reformasi, kita mau lakukan perubahan. Yang nantinya koperasi yang berskala besar,” katanya.

Narasumber Erlina Pardede menyampaikan hal hal sederhana yang menjadi motivasi dasar dari komitmen berkoperasi. “Yang pasti harus tahu dan pahami anggotanya, kalau kita memilih ekonomi macam apa pun itu, harus sesuai dengan nilai nilai dasar yang ada pada koperasi itu sendiri. Sehingga, kita tidak terjebak kepada industri dan liberalisasi yang luar biasa,” sebutnya.

Sementara Narasumber Bona Pakpahan menyebutkan, ekonomi kerakyatan sudah merongrong, maka dibutuhkan orang orang yang ahli menciptakan teknologi dan produk. KSP Elsira Nauli Rata, dipercaya menggerakkan hal tersebut. Sehingga, produk yang sebenarnya dari bahan baku yang sudah ditanam oleh petani, bisa diciptakan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tokoh penggerak koperasi Pematangsiantar Herbet Aruan menyebut, KSP Elsira Nauli Rata sudah berbadan hukum. Dalam pertumbuhannya selama ini masih tergolong lambat, karena di Indonesia banyak koperasi yang bermasalah. Lahir banyak, bertumbuh tapi akhirnya mati.

Ditambahkan, karena telah mengalami berbagai goncangan, menjadikan banyak masyarakat enggan berkoperasi. “Artinya kurang kepercayaan orang untuk berkoperasi,” tegasnya.

Herbet menambahkan, koperasi itu bisa dibuat besar, tergantung kemauan, tinggal bagaimana mengelola kelembagaannya. Kemudian meningkatkan tingkat kejujuran dari pengelola dan anggota. “Tertata rapi aturan aturannya, maka tingkat kepercayaan masyarakat akan tinggi,” katanya.

Untuk penguatan spritualisinya, narasumber Kordinator Ekonomi Kerakyatan Biro Pengembangan Masyarakat HKBP Pdt Jony Sihite menyampaikan, salah satu cara untuk mengangkat taraf hidup masyarakat yang kurang mampu melalui koperasi. Sehingga keberpihakan gereja kepada rakyat bisa dibantu dari sisi permodalan, melalui simpan pinjam.

Peserta hadir 40 orang, perwakilan Kabupaten Samosir, Tobasa, Simalungun dan Pematangsiantar. Mengklosing sebagai komitmen peserta lokakarya dihadirkan Ketua Relawan Jaringan Pendamping Pembangunan yang juga mitra kerja Kantor Staf Kepresidenan Sutisnu Dalimunthe. (Sumber: Sib./Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.