KSP Intidana Fokus Pengembalian Dana Anggota

Pipnews.co.id, Semarang 14 Mei 2018 – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana berupaya terus bangkit setelah sebelumnya sempat tersendat akibat masalah internal. Pembenahan dilakukan di berbagai lini, mulai dari kelembagaan, legalitas, dan bidang usaha atau keuangan.

Ketua Umum KSP Intidana Budiman Gandi mengungkapkan, saat ini pihaknya fokus menyiapkan pengembalian dana 3.842 anggota dalam skema bayar keempat dan lima dengan jumlah Rp 598,7 miliar. Ia menargetkan dalam jangka waktu lima tahun semuanya bisa diselesaikan.

Diketahui, seusai keputusan homologasi, KSP Intidana berkewajiban mengembalikan total Rp650 miliar dana anggota yang berjumlah 24.851 Number Of Account (NOA). Proses penyelesaian dilakukan dalam lima tahap.

“Hingga saat ini, tahapan pembayaran sudah sampai skema ketiga dengan jumlah dana yang dibyarkan mencapai Rp 53,7 miliar diberikan kepada 21.099 NOA. KSP yang berdiri sejak 2001 ini berupa bangkit setelah mengalami masalah internal di tahun 2015,” ujar Budiman daolam sambutanjnya pada RAT KSP Intidana Tahun Buku 2017 yang digelar di Hotel Semesta Semarang pekan lalu..

Turut hadir dalam acara tersebut Drs Irianta Narun selaku Kepala Bidang Sosialisasi Kemantrian Koperasi dan UKM RI. Ia membacakan sambutan dari Menteri Koperasi pada RAT untuk KSP Intidana.

Budiman melanjutkan, berbagai upaya dilakukan untuk mengembamikan dana anggota mulai dari lending yang sudah berjalan, serta funding meskipun pergerakannya dirasa tidak terlalu gencar karena mengutamakan prinsip kehati-hatian.

Kata dia, cara lain untuk mengembalikan dana anggota adalah dengan penghematan serta menjual aset KSP Intidana yang tidak diperlukan.
Khususnya mengambil alih aset KSP Intidana yang selama ini diatasnamakan oleh perorangan atau pengurus lama karena hal tersebut melanggar aturan. Seperti aset tiga kantor cabang di daerah Pati, Majapahit Semarang, dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Penjualan aset milik KSP Intidana lanjut Bidiman diperkirakan rampung pada pertengahan tahun 2019. Dana segar dari penjualan aset tersebut diperkirakan mencapai Rp100 miliar. Sehingga diharapkan bisa untuk mengembalikan dana anggota Pembenahan kelembagaan juga dilakukan seperti memperbaiki kompetensi, sertifikasi dari tingkat manager sampai pimpinan unit mingguan termasuk juru buku atau administrasi pembukuan.

Bahkan kata dia pihaknya sudah membentuk satgas internal komite pengawasan kesehatan koperasi Pada tahun 2018 ini ia menargetkan predikat dalam pengawasan yang kini diemban olehKSP Intidansa bisa berubah menjadi koperasi simpan pinjam yang berpredikat sehat.

“Kami juga akan bentuk tim remidial yang akan mengawal penjualan aset-aset yang saya bilang tadi. Sehingga itu bisa menjadikan dana segar untuk pengembalian dana dalam skema,” ujarnya. (Tribun/Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*