KSP TLM GMIT Memberdayakan Kaum Miskin

Foto setelah pembukaan RAT KSP TLM GMIT, (ki-ka) Manajer Utama KSP, Uskup Agung Kupang Petrus Turang, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Kadiskop NTT Sisilia Sona, Ketua Harian Dekopin, Deputy Kelembagaan Kemenkop UKM RI, Ketua KSP, Kadiskop Kab. Kupang dan Sisten 2 Sekdaprov NTT.

Pipnews.co.id, Kupang,NTT – Tidak henti-hentinya Provinsi NTT terus memberikan kontribusi hadirnya koperasi yang berkinerja baik. KSP Tanaoba Lais Manekat (TLM) Gereja Masehi Injil Timor (GMIT) menyelenggakan RST ke 8 tahun buku 2018 dengan kinerja yang mantap.

Koperasi yang berdiri 15 Februari 2010 dengan BH nomor 04/BH/XXIX/III/2010 dan menjadi koperasi primer nasional Pengesahan dari Kemenkop Nomor 176/PAD/M.KUKM.2/XI/2013 merupakan koperasi yang berkinerja baik. 

Koperasi yang diketuai oleh Pdt. Semuel V Nitti ini sampai tahun buku 2018 telah memberikan kinerja luar biasa. Jumlah anggota mencapai 131.134 orang, dengan jumlah anggota perempuan sebesar 76.963 orang, anggota peminjam sebanyak 77.362 orang.

Jumlah anggota yg cukup besar dan partisipasi yg cukup baik karena 50% anggota bertransaksi dengan koperasinya. Kesemua anggota tersebut di layani oleh 33 cabang serta oleh 472 karyawan. 

Dalam sambutan laporannya Ketua Semuel V Nitti menguraikan bahwa kinerja bisnis KSP TLM GMIT juga sangat baik, sampai tahun 2018 koperasi membukukan aset Rp. 135,3 miliar, ekuitas sebesar Rp. 27,7 miliar, dengan SHU sebesar  Rp. 9,6 miliar.

Kinerja bisnis koperasi sektor simpan pinjam ini semakin mantab karena NPL  semua produknya 0.77%, dengan NPL program sesama (persekutuan usaha bersama) program andalan koperasi untuk membantu kaum perempuan miskin agar berdaya hanya 0,02%.

Keberhasilan koperasi menekan NPL ini karena adanya pendekatan kedisiplinan dari koperasi kepada anggota dan kejujuran yang diberlakukan, apa yg disampaikan pengurus atau karyawan kepada anggota itu yang dilakukan, termasuk memberikan sangsi tegas kepada karyawan yang melakukan kesalahan apalagi melakukan penyimpangan atas keuangan koperasi. 

Pada saat RAT ke 8 KSP TLM tersebut dibuka oleh Deputi Kelembagaa. Kemenkop Ir. Luhur Prajarto MM yang memberikan apresiasi tinggi atas prestasi koperasi. Bahkan koperasi telah menyelenggarakan rat melalui online di 13 cabang utama yang dihadiri antara 40 sampai 50 anggota perwakilan.

Koperasi harus terus melakukan perbaikan pengelolaan organisasi dan usahanya. Kebijakan reformasi total koperasi dengan menekankan pada pemguatan koperasi berkualitas telah memberikan dampak pada semakin baiknya koperasi yg eksis.

Di era persaingan dalam revolusi industri ini kualitas pengelolaan usaha termasuk koperasi sangat diperlukan, demikian disampaikan oleh Luhur Prajarto. 

Pesan Penting Dekopin

Dalam sambutanya Ketua Harian Dr. Agung Sudjatmoko menyampaikan koperasi adalah perusahaan yang mempunyai kekuatan konsolidasi sosial dan ekonomi anggotanya. Kesatuan ekonomi anggota adalah potensi yang harus ditangkap dan dikerjakan oleh koperasi.

KSP boleh mempunyai saham di perseroan baik yg didirikan sendiri atau bermitra dengan pihak lain, yang tidak boleh bagi KSP adalah mempunyai unit usaha diluar sektor simpan pinjam.  Koperasi harus mulai menuju pada konglomerasi bisnis, untuk itu koperasi harus melakukan perubahan yang sangat mendasar. 

Koperasi merupakan perusahaan yang harus mampu menyesuaikan perubahan. Di era revolusi industri 4.0, economic sharing, digital ekonomi, dan era generasi milenial ini maka koperasi harus mampu melakukan transformasi ke modern dan profesional.

Berdasar tuntutan tersebut maka KSP TLM harus mampu menyusun dan melakukan langkah sebangai berikut: a) fokus membangun bisnis untuk mengkonsolidasikan potensi ekonomi dan sosial anggota, b) melakukan modernisasi manajemen berbasis pada ilmu pengetahuan dam teknologi,  c) merubah strategi, model, pola bisnis disesuaikan dengan kebutuhan anggota dan menggunakan teknologi informasi, d) kolaborasi bisnis dengan sesama koperasi atau pelaku usaha lain untuk membangun bisnis besar menggarap potensi ekonomi anggota di sektor riil dan e) peningkatan kualitas SDM baik anggota agar produktif dan partisipatif serta manajemen agar lebih profesional.

Tanpa melakukan langkah- langkah strategis tersebut koperasi akan sangat tertinggal dibanding pelaku usaha lain, demikian ditegaskan Agung yang juga Dosen Binus pada acara tersebut.

Dalam pelaksanaan RAT tersbut juga dibuka 5 cabang baru koperasi yang ditandai oleh penyerahan ijin  operasional cabang dari Deputi Kelembagaan kepada Ketua KSP TLM GMIT. (Red – Agung Sudjatmoko)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.