KSP Sejahtera Bersama Bogor Terkena Imbas Covid-19, Kini Berupaya Berdamai dengan Anggota dan Kreditor

Pipnews.co.id, Bogor – Koperasi Simpan Pinjam  Sejahtera Bersama (KSP-SB) berkantor pusat di Jalan Raya Bogor adalah satu di antara koperasi yang terimbas pandemi Civid-19, yang berakibat sulitnya koperasi ini mengembalikan dana anggota dan kreditor yang menempatkan uangnya di koperasi ini.

Karena itu, kini Pengurus koperasi tengah mengajukan proposal perdamaian kepada para anggota, kreditor dan stakeholder lainnya, menyusul Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 24 Agustus 2020, dimana KSP-SB dinyatakan dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Pengurus KSP-SB Iwan Setiawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya mencukupi kebutuhan likuiditas dalam rangka menyelesaikan kewajiban kepada para anggota maupun kreditor. “Kami terus berupaya mencari likuiditas dengan menjual aset, mencari pinjaman pihak ketiga maupun investor, baik individual maupun institusi,” kata Iwan Setiawan dalam Konferensi Pers yang digelar secara virtual dari Bogor, Jumat (28/8).

Langkah perdamaian dengan anggota dan kreditor menurutnya bisa ditempuh dengan melakukan restrukturisasi atas.kewajiban KSP-SB. Hal ini menurutnya akan membuat bisnis KSP-SB bisa terus berjalan sehingga penyelesaian kewajiban bisa lebih cepat diselesaikan.

Apalagi kata Iwan, prospek dan potensi KSP-SB masih.menjanjikan. Dikatakannya, masalah likuiditas yang membuat tertundanya kewajiban karena disebabkan pandemi Covid-19. “Kondisi ekonomi yang sulit saat ini, membuat tagihan kami kepada nasabah (debitur) tidak berjalan normal. Sementara biaya operasional terus berjalan,” kata Iwan. Seraya menambahkan, saat ini KSP-SB tengah mendata anggota dan kreditor serta kewajiban yang harus diselesaikan.

Menurut Iwan, Restrukturisasi ini penting karena koperasi.memerlukan penyesuaian untuk tetap dapat mempertahankan berjalannya usaha KSP-SB yang sudah berjalan hampir 17 tahun dan telah terbukti dapat melewati krisis ekonomi 2008. “Kami juga tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian dalam melakukan penyaluran pinjaman untuk menghindari pinjaman macet, sehingga pinjaman dapat tertagih dengan baik,” imbuh Iwan lagi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kuasa Hukum KSP-SB Suhatan Nasution SH menyatakan, bersama Pengurus, Pengawas pihaknya telah berupaya secara maksimal agar putusan PKPU tidak terjadi, namun hakim memutuskan berbeda. “Selama proses persidangan di pengadilan, mulai perkara PKPU ke-1, perkara PKPU ke-2, perkara PKPU ke-3, hingga seterusnya, kami selalu berjuang agar hal ini tidak terjadi,” ujarnya.

Mengutip Majalah Peluang KSP Sejahtera Bersama pernah berada di peringkat
ke-7 dari 100 Besar Koperasi Indonesia dengan aset Rp 2 triliun. Pada RAT Online tahun buku 2019 yang digelar 30 Maret lalu dilaporkan anggotanya 184.161 orang dengan puluhan kantor cabang tersebar di mana-mana.

Sekadar tahu saja, petinggi koperasi ini Iwan Setiawan berkat sukses mengelola koperasi ini (sebelum bermasalah) telah mendapat penghargaan dari Presiden Joko Widodo berupa Satyalancana Wirakarya. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.