Mohammad Sukri : Jawa Timur Kiblat Koperasi di Indonesia

Pipnews.co.id, Surabaya – Berita terlambat datang dari Surabaya, bahwa pada pekan lalu Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) tahun 2018 yang digelar di Hotel Darmo Suite Surabaya.

Rakerwil diikuti 38 Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) dan puluhan koperasi tingkat sekunder provinsi yang anggota Dekopinwil Jatim. Hadir dalam acara ini Wakil Ketua Umum Dekopin Mohammad Sukri, Ketua Badan Pengawas Dekopin Mardjito GA dan sejumlah pejabat dari Dinas Koperasi dan UKM setempat.

Dalam sambutannya Sukri, menyampaikan, bahwa kiblat koperasi di Indonesia adalah Jawa Timur. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, tak hanya kuantitasnya yang besar hingga mencapai 31.000 koperasi. Tetapi secara kualitas pun di Jawa Timur berdiri banyak koperasi besar. Sebut saja diantaranya KWSG, SBW Malang, SBW Surabaya, Puskud Jatim, Kopontren Sidogiri dan lain-lain.

“Di Jawa Timur ini berdiri banyak koperasi besar. Dan jumlah koperasinya sangat banyak. Maka pantas kiranya kalau di Jawa Timur ini menjadi “kiblat” koperasi di Indonesia”, ungkap Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren ini.

Mohammad Sukri menambahkan bahwa Dekopin Pusat sering mendapat kunjungan tamu baik dari dalam Negeri maupun luar negeri untuk belajar koperasi. Dan Dekopin pun selalu merekomendasikan agar belajar ke Jawa Timur.

“Banyak yang belajar koperasi di Jawa Timur. Dan kami pun selalu merekomendasikan setiap tamu yang ingin belajar koperasi agar belajar di Jawa Timur”, tambah Sukri, yang juga duduk sebagai Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontrean).

Koperasi Sulit Bekerjasama Antar Koperasi

Pada kesempatan tersebut, Sukri juga menyinggung tentang sulitnya koperasi untuk bekerjasama antar koperasi. Padahal program tersebut sudah lama disosialisasikan. Ia memprediksi hanya sedikit koperasi yang melakukan kerjasama antar sesama koperasi.

“Dapat dihitung dengan jari koperasi yang bekerjasama antar koperasi. Kalaupun itu terjadi, itupun tidak berumur panjang. Problematika tersebut tidak hanya terjadi di Jawa Timur saja, di level nasional pun juga demikian”, ungkapnya.

Sukri memaparkan salah satu rekomendasi Rakernas Dekopin pusat beberapa minggu yang lalu, yaitu perlu adanya elaborasi program antara Dekopin Pusat, Dekopinwil hingga Dekopinda. Begitupun dengan gerakan koperasi, antara Induk koperasi, Pusat Gabungan Koperasi dan primer koperasi perlu integrasi program. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah terciptanya kerjasama antar koperasi.

Mohammad Sukri optimis apabila terjadi kerjasama antar koperasi, maka kemajuan koperasi akan menjadi keniscayaan. [Pipnews Jatim/Elc/Yan]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.