Pemerintah Berharap dengan Keberadaan PPKL Profesional, Jumlah Koperasi Berkualitas semakin Banyak

Pipnews.co.id, Gorontalo – Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) sangat berperan sebagai aktivator dan motivator bagi para pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi. Untuk itu mereka harus benar-benar profesional dan memahami seluk beluk koperasi.

Dengan keprofesionalan mereka koperasi-koprasi yang selama ini belum menjalankan fungsinya secara benar, diharapkan kedepan makin berkurang dan banyak meningkatkan koperasi yang berkualitas.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Sosialisasi, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Irianta Narun, seusai acara Bimbingan Teknis (bimtek) Peningkatan Kualitas/Kapasitas PPKL tahun 2018 di Provinsi Gorontalo, Selasa (31/7).

Dia menambahkan bahwa saat ini masih banyak koperasi, khususnya di luar Pulau Jawa yang belum menjalankan fungsinya secara baik dan benar, sesuai undang-undang yang berlaku. Seperti tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT), tidak melakukan pembukuan dengan baik, bahkan ada juga koperasi yang tidak memiliki papan nama.

“Keberadaan PPKL ini melakukan pendampingan kepada koperasi-koperasi tersebut. Dengan adanya PPKL diharapkan koperasi yang menjalankan fungsi secara benar dan sesuai aturan terus bertambah,” katanya.

Masih jelas Iriana, dengan adanya bimtek kepada para PPKL ini, diharapkan kualitas dan kapasitas mereka semakin baik, sehingga dalam melaksanakan tugasnya (pendampingan) makin profesional. Dengan semakin membaiknya kualitas PPKL, kata dia koperasi-koperasi yang berkualitas semakin banyak, dan terpenting mampu mengangkat harkat hidup masyarakat.

Sementara pada kesempatan sama, tim Konsultan Monitoring Pelaksanaan PPKL, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Herry Suhermanto berpendapat, keberadaan PPKL sangat penting terutama untuk mengetahui seberapa berhasil program yang diluncurkan pemerintah/Kementerian Koperasi dan UKM. Selain itu juga membantu atau mengetahui program-program yang dilakukan kementerian berjalan dengan baik atau tidak.

“Tanpa ada PPKL tidak ada yang melakukan pendataan koperasi di tanah air. Koperasi tidak bisa menemukan jati dirinya, karena SDM di Dinas Koperasi dan UKM juga sangat terbatas, bahkan mereka juga belum tentu paham soal koperasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, agar para PPKL paham betul tentang seluk beluk koperasi, sebaiknya mereka juga berkoperasi atau menjadi anggota koperasi. Menurutnya penting agar mereka tahu apa sebenarnya yang terjadi di koperasi, sehingga mampu mengatasinya.

Mahastuti Pejabat Fungsional Madya BAPPENAS yang membidangi KUKM menambahkan, selain menjadi penyuluh dan pendamping koperasi, PPKL juga diharapkan bisa menjadi pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE). “Kami berharap PPKL juga mempunyai tugas agar KUBE-KUBE menjadi koperasi baru atau dijadikan sebagai anggota koperasi yang sudah ada,” katanya.

Berkaitan program ini menurutnya BAPPENAS sangat konsen agar koperasi-koperasi di tanah air ini berkualitas dan berhasil. “Kami berharap dengan adanya PPKL ini ke depan koperasi yang tidak sehat atau kurang sehat menjadi sehat dan berkualitas,” tandasnya.

Masih diuraikan Mahastuti, dalam melakukan monitoring ke Gorontalo ini, pihaknya juga ingin mengetahui kebenaran isu yang beredar bahwa SDM PPKL diambil dari orang-orag dekat pemerintah, baik itu sopirnya atau tetangga dekatnya, meskipun tidak kompeten. Sehingga tim tersebut sengaja turun ingin mengetahui kebenaran akan isu tersebut.

Sementara peserta Bimtek, Ridwan dan Verawati Lasewa mengungkapkan terima kasih dengan adanya Bimtek tersebut. Sebab dengan bimtek yang narasumbernya dari pusat dan BAPPENAS semakin menambah pengetahuan atau wawasannya mengenai koperasi. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.