Pemkab Lebak Mendorong Pelaku UMKM Bentuk Koperasi Untuk Peningkatan Usaha

Foto Ilustrasi

Pipnews.co.id, Lebak-Banten 18 Oktober 2018

Untuk meningkatkan usaha khususnya skala usaha dan pemasaran UMKM, Pemkab Lebak meminta pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di daerah itu agar membentuk lembaga koperasi guna memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita menargetkan ke depan semua pelaku UMKM sudah membentuk lembaga koperasi,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Babay Imroni di Lebak, pada hari Senin (15/9).

Pemerintah daerah mewajibkan pelaku UMKM memiliki lembaga koperasi untuk meningkatkan perkembangan usaha masyarakat.:

Prinsip koperasi itu membangun ekonomi secara bersama-sama dan bergotong royong dengan menghimpun dana dari anggota. Koperasi dijalankan dengan asas kekeluargaan. Artinya, koperasi tidak bertujuan untuk menguntungkan satu orang saja, tetapi mencapai keuntungan bersama.

Dalam hal permodalan, koperasi akan menghimpun dana dari anggota yang kemudian disalurkan kembali untuk penguatan modal usaha anggotanya. Selain itu koperasi atas persetujuan anggotanya dapat mencari dana penyertaan dari pihak lain untuk menambah modal bagi usaha anggota, tentunya dengan mematuhi semua aturan yang telah disepakati.

Sehingga pada akhirnya kehadiran lembaga koperasi akan membangkitkan pelaku UMKM  untuk mengembangkan usaha tanpa terlibat lintah darat (Rentenir)

“Kami mendorong pelaku UMKM harus mendirikan lembaga koperasi,” ujar Babay.

Menurut Babay, pelaku UMKM yang sudah membentuk lembaga koperasi akan lebih mudah untuk diikutsertakan dalam program program pemerintah maupun BUMN, namun, sebaliknya jika pelaku UMKM itu tidak mendirikan lembaga koperasi maka akan kesulitan untuk diikutsertakan. Babay juga berharap, agar koperasi jangan didirikan hanya untuk menerima bantuan atau fasilitas saja dari pemerintah, koperasi juga membangun ekonomi anggotanya dengan partisipasi aktif dari anggotanya sendiri.

Sebab, saat ini fasilitas program yang digulirkan pemerintah dan BUMN harus memiliki badan usaha di antaranya lembaga koperasi itu.

“Kami selalu mengajak kepada pelaku UMKM agar membentuk lembaga koperasi agar bisa mendapatkan fasilitas untuk perkuatan program kegiatan usaha,” ujar Babay.

Babay menyatakan berdasarkan data pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak jumlah koperasi tercatat 816 unit dengan perguliran dana sebesar Rp661 miliar dan anggotanya sebanyak 89.785 orang, dari 816 unit koperasi itu, di antaranya koperasi UMKM dengan memproduksi aneka kerajinan anyaman, bambu, pandan dan makanan olahan.

“Kami berharap koperasi itu menjadikan soko ekonomi masyarakat sehingga dapat membantu program pemerintah,” ujar Babay. (Berbagai sumber/mas)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.