Daerah

Pemkab Sumbawa Gandeng Koperasi Mensukseskan Produksi Jagung 2 Juta Ton Pada 2018

Pipnews.co.id, Sumbawa 5 Februari 2018

Pemerintah Kabupaten Sumbawa  Nusa Tenggara Barat target produksi jagung tahun ini sebanyak 2 juta ton. Untuk itu, Bupati Sumbawa HM. Husni Djibril menyatakan akan mengerahkan segenap jajarannya untuk mengoptimalkan potensi agraris di daerahnya.

Demi suksesnya program jagung tersebut, maka Pemkab Sumbawa  segera akan membentuk tim kecil untuk berkoordinasi dengan Koperasi Jasa Gerakan Tani Nelayan (KJG) untuk dapat merancang secara detail teknis operasional di dalam pencapaian target produksi 2 juta ton jagung di tahun 2018.

“Kami memang tidak ragu untuk mengandeng  Koperasi Jasa Gerakan Tani Nelayan, demi suksesnya program  produksi jagung 2 juta ton pada tahun 2018,” kata Husni Djibril, seperti dikutip dari keterangan tertulis (2/2/2018).

Meski demikian Husni menjelaskan, target produksi jagung  itu akan diselaraskan dengan peningkatan jumlah sapi potong secara besar-besaran dalam Gema Jipi (Gerakan Masyarakat Jagung Sapi). Saat ini Sumbawa mampu mengirim sapi ke daerah lain tidak kurang 95 ekor sehari.

Untuk ternak sapi, lanjut bupati, Sumbawa saat ini telah memiliki RPH Modern. Sehingga tidak semua sapi hidup yang dikirim ke luar Sumbawa tetapi juga sudah dalam bentuk daging segar dalam kemasan Sumbawa Beef.

“Ini adalah inovasi putra daerah Sumbawa engejar ketertinggalan dengan daerah lain agar ekonomi masyarakat Sumbawa meningkat, bermartabat bahkan menjadi terkenal sebagai lumbung pangan dan ternak di Propinsi NTB,” kata bupati. Seraya menambahkan untuk mempercepat produksi padi, Sumbawa juga tengah membangun Bendungan Bintang Bano yang memakan anggaran dari Kementerian PUPR Rp. 1,6 triliun.

Direncanakan akhir tahun 2018 sudah rampung dan awal 2019 dapat melakukan penggenangan dan segera merasakan manfaatnya. Progres konstruksi saat ini sudah 55,4 persen dengan kapasitas tampungan 65,84 juta meter kubik, akan menjadi yang terbesar di Provinsi NTB.

Sementara itu, Ketua KJG Dadang Mishal Yofthie menyambut baik kebijakakan Pemda Sumbawa mengikutsertakan koperasi dalam mensukseskan produksi jagung. Untuk itu ia berjanji segera akan membangun dryer dan silo kapasitas 5000 ton, dan sekaligus juga KJG Shopping Centre di Kecamatan Lunyuk.

Kata dia, dipilinya Kecamatan Lunyuk karena memiliki lahan terluas di Kabupaten Sumbawa, yaitu 49 ribu hektare. Apalagi KJG pun sudah punya kantor di kecamatan, yang dalam waktu dekat ini akan menyalurkan KUR dari BNI kepada 1000 petani dengan nilai masing-masing Rp 25 juta per petani.”Jadi sepantasnya Lunyuk mendapatkan perhatian khusus,” ujar Dadang.

Kata dia, total petani yang ada di Lunyuk sebanyak 11.950 orang dengan rerata kepemilikan lahan 2 hektare per petani. “Jika dryer, silo dan shopping centre ini telah semua terbangun, mereka akan segera bergabung sebagai anggota KJG,” katanya.

Sekadar diketahui, KJG adalah koperasi produksi digital terpadu yang dibuat untuk membantu petani mendapatkan akses KUR secara berkelompok. Penyaluran KUR melalui mediasi KJG di tahun 2018 ditargetkan mampu membantu 5 juta petani di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan.

Dalam operasionalnya, KJG dibantu oleh ratusan mitra KJG termasuk produsen pupuk bermikroba dalam bentuk tablet ChipSoil yang direkomendasi badan pangan dunia FAO. (Yan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button