Pemkot Depok Gelar Bursa Modal Bagi Koperasi Berbasis Fintech

Pipnews.co.id, Depok – Revolusi digital dalam layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) diprediksi mampu mendongkrak perekonomian nasional. Fintech berasal dari kata “financial dan technology” yang dapat diartikan sebagai pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan layanan jasa perbankan dan keuangan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono mengatakan hal tersebut saat membuka Bursa Modal Bagi Koperasi Berbasis Fintech di kawasan Sukmajaya kota Depok (12/12/2018).

Sidik berpendapat fintech bisa menjadi solusi bagi koperasi untuk mendapatkan akses pemodalan dari pihak eksternal dengan mengimpun dana dari masyarakat menggunakan jasa keuangan berbasis teknologi.

Menurutnya, bila dunia koperasi tidak mau terbuka dengan perkembangan teknologi akan cepat tergerus jaman. Ia memberikan gambaran bagaimana iGrow, sebagai salah satu perusahaan fintech pertanian berhasil mempertemukan petani yang minim modal dengan para investor.

“Dia punya usaha tani apa, kemudian dilihat modalnya berapa, prosesnya gimana, supaya pemodal bisa memantau pertanian itu seperti apa. Ini kita menuju ke arah fintech dan keterbukaan informasi,” ujarnya.

Selain fintech, Sidik berharap agar koperasi dan UMKM juga melek terhadap cryptocurrency untuk meningkatkan daya saing di era digital. Cryptocurrency sendiri merupakan istilah untuk mata uang virtual yang menggunakan enkripsi untuk memverifikasi setiap pengiriman unit uang antar pengguna, serta meregulasi keluarnya unit mata uang baru.

“Kalau simpan pinjam itu yang tau alur keuangan hanya bendahara, sementara kalau di cryptocurrency semua orang punya kemampuannya kayak kita dengan cara dipantau. Jadi invest kita serasa aman dan sebelum kita menginvestasikan dana kita, kita bisa melihat prospeknya, kita bisa melihat lebih dalam lagi objek yang mau kita jadikan investasi kita. Sehingga kita bisa betul-betul berhitung di situ. Semua serba transparan,” jelasnya.

Namun, bila melihat regulasinya Pemkot Depok tidak bisa mengeluarkan izin usaha fintech, karena secara leading sektor langsung ke pemerintah pusat. “Kalau gak salah OJK. Karena kalau kita buka bisnis-bisnis fintech itu di bawahnya selalu ada OJK,” imbuhnya lagi. (Yan).

Meski regulasi berada di pusat, namun Sidik optimis peluang usaha fintech di Depok masih terbuka lebar mengingat mulai menggeliatnya pelaku startup yang mulai menyentuh sisi ekonomi.

“Sekarang belum terlihat, tapi mudah-mudahan dalam setahun dua tahun ke depan Depok akan sudah punya banyak startup-startup penyedia modal, khususnya kepada koperasi. Sehingga bisa meningkatkan ekonomi Depok,” demikian Sidik Mulyono. [Yan]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.