Daerah

Penataan Perikanan Budidaya Ikan di Danau Toba, Kemenko Marves Lakukan Identifikasi Keramba Apung

Pipnews.co.id, Samosir – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim melakukan peninjauan lapangan untuk mengidentifikasi jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) yang dimiliki oleh masyarakat dan perusahaan di seputar perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

Identifikasi ini dilakukan dengan pemotretan visual dan pemetaan awal dengan drone. Hal ini dilakukanuntuk sesuai dengan arahan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri untuk menata KJA di Danau Toba beberapa waktu lalu.

“Kunjungan kali ini untuk mengetahui dan memotret kondisi terkini sebaran KJA di 7 kabupaten yang punya pengairan sekitar Danau Toba, yaitu, Kabupaten Tapanuli Utara, Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, Karo dan Dairi untuk kemudian dilaporkan kepada Menko,” kata Deputi Bidang Koordinasi Maritim Safri Burhanuddin dalam siaran pers Kemenko Marves (31/3).

Melalui peninjauan ini lanjut Safri, Kemenko Marves bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) akan bekerjasama untuk memetakan KJA yang sudah ada. Gunanya untuk rencana penataan dalam mewujudkan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

“Hal ini tentunya harus didukung penerapan subtainable aquaculture di seputar perairan Danau Toba, yang merupakan danau paling besar di Indonesia, dan juga unik, karena di tengahnya ada sebuah pulau bernama Pulau Samosir/atau Kabupaten Samosir,” ujar Safri.

Menurut Safri, pemotretan visual dan identifikasi dilakukan menggunakan drone quadcopter. Data yang didapat digabungkan dengan peta batimetri dan citra satelit. Untuk lokasi yang diperuntukkan untuk KJA sudah diatur dalam Perpres Niomor 81 tahun 2014, yang mana salah satunya mengatur zonasi pemanfaatan ruang danau. Dalam Perpres tersebut telah ditentukan  bahwa penempatan KJA perikanan adalah zona yang memiliki kedalaman lebih 100 meter (Zona A4) dan antara kedalanan 30-100 meter  ( Zona A 3.2). Saat ini akan dilakukan pengaturan dan penataan jumlah KJA yang sesuai dengan daya tampung dan daya dukung Danau Toba.

Perlu diketahui hingga sekarang total luasan KJA Danau Toba sebesar 0,4 persen, atau 4,66 km2 dari luasan Danau Toba 1156 km2. Nilai ekonomi perikanan KJA (ikan nila, mas) Danau Toba sebesar Rp 3,3 triliun, dengan perkiraan jumlah tenaga kerja sebanyak 12.300 orang (Data GMPT Sumut 2020).

“Perhitungan nilai ekonomi dan jumlah tenaga kerja ini di luar dari adanya jasa rantai distrubusi logistik, transportasi, kuliner ikan dan usaha terkait lainnya,” imbuh Safri lagi.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Marves Rachmat Mulianda menambahkan, pemotreran visual dan identifikasi, juga dilakukan ke KJA dan pabrik pengolahan ikan yang dikelola oleh PT Suri Tani Pemuka (PT STP) di daerah Tambun Raya. Kemudian juga dilakukan kunjungan ke KJA lainnya, di antaranya PT Aquafarm di kawasan Tomok, lalu Silimalembu, Sirungkungon dan Lontung.

“Selain itu, juga dikunjungi sejumlah KJA milik masyarakat, di antaranya di Desa Haranggaol, Desa Silalahi, Desa Swalan, Desa Panahatan dan Desa Sibaganding,” kata Rachmat menutup penjelasannya. (Yannes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button