Petani di Batola Inginkan Penambahan Gudang untuk Tampung Hasil Panen agar Harga Tak Anjlok

PIPNews.co.id, Banjarmasin – Petani di Kabupaten Barito Kuala (Batola) menderita rugi karena hasil pertaniananya saat panen anjlok. Akibat kurangnya gudang untuk menampung hasil panen yang melimpah. Untuk itu perlu bantuan pemerintah agar panen yang dihasilkannya harganya tetap baik dan petani tetap untung.

Guna menjembatani kepentingan tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM meminta, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pada Kementerian Perdagangan, dapat segera menambah gudang baru bagi UKM petani penghasil komoditas padi dan jeruk, di Kabupaten Batola), Kalsel.

Adanya permintaan tersebut telah dikemukakan Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Investasi Usaha, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kemenkop dan UKM, Sri Istiati, saat acara temu bisnis peningkatan kerja sama investasi usaha KUMKM dan sosialisasi pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) bagi KUMKM di Banjarmasin, Kalsel, Rabu (7/3).

“Para petani anggota koperasi mengeluh jika masa panen raya, gudang tidak dapat mampu lagi menampung hasil panen, sehingga kita harapkan Bappebti segera menambah bangunan gudang baru lagi, sesuai harapan para petani. Kami bersyukur karena permintaan tersebut sudah direspon dan segera dibangun,” jelas Sri.

Dalam acara tersebut Kemenkop UKM pun mendorong peningkatan kerja sama investasi usaha dan peningkatan pemanfaatan program SRG, khususnya bagi KUMKM yang berada di Batola. Imbuh Sri, Kabupaten ini merupakan penghasil beras dan buah jeruk terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan, karena hampir seluruh masyarakatnya merupakan petani.

Acara temu bisnis peningkatan kerja sama investasi usaha KUMKM dan sosialisasi pemanfaatan SRG bagi KUMKM ini, menggandeng PT Tanihub Indonesia dan Bank Kalsel, guna meningkatkan kerjasama investasi usaha bagi koperasi dan UKM petani jeruk.

Adapun PT Tanihub Indonesia hadir untuk membantu petani di seluruh Indonesia, memalui divisi Tanifund yang nanti menjalin kerja sama dengan kelompok-kelompok petani, dengan plafond kredit hingga Rp 2 miliar. Selanjutnya menyediakan sarana produksi petani, dan pendampingan usaha pertanian dari hulu-hilir akan disediakan, serta membantu memasarkan hasil panen petani melalui jejaring PT Tanihub Indonesia.

Sementara Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Batola, Muhammad Anthony mengungkapkan, melalui kerja sama ini petani akan lebih fokus pada proses produksi, sehingga produk hasil pertanian akan lebih menjamin kuantitas dan kualitasnya.

Sedaangkan Bank Kalsel akan mensupport dari sisi keuangan melalui skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah sebesar 7 persen efektif atau bunga menurun. “Kerja sama kolektivitas dengan PT Tanihub Indonesia bagi kalangan petani sejalan dengan program KUR yang pada 2018 ini lebih diprioritaskan kepada bidang pertanian,” ujar Anthony.

Dia menambahkan, selama ini sektor pertanian paling rendah dalam memperoleh kredit, karena salah satunya bank menilai risiko sektor pertanian masih terlalu tinggi. Harga pangan yang cenderung fluktuatif dan ketidakpastian panen akibat cuaca membuat sebagian petani kerap kesulitan membayar pinjaman tepat waktu.

“Namun, harapan sinergitas bentuk Kalimantan Selatan dengan PT Tanihub menjadi harapan bagi petani karena ada jaminan proses melalui hulu-hilir oleh PT Tanihub,” jelasnya.

Sedangkan dalam optimalisasi Implementasi pengelola SRG di Batola ini dikelola oleh Koperasi. Tepatnya Koperasi Tuntung Pandang yang dimulai pada 2010 dan hingga saat ini telah menerbitkan 125 resi, yang diagunkan ke perbankan senilai total Rp 4,4 miliar, melalui Bank Kalsel yang Komitmen mendukung usaha KUMKM di Batola.

Atas prestasinya ini pada tahun 2013 Koperasi Tuntung Pandang ini, jelas Anthony memperoleh SRG Award dari Menteri Perdagangan, dan menjadi percontohan bagi koperasi calon-calon pengela SRG. (awes).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*