Daerah

Petani di Kronjo Tangerang Panen Kol Berkat Binaan Koperasi Syariah BMI

Pipnews.co.id, Tangerang – Koperasi Syariah Benteng Mikro Indobesia (Kopsyah BMI) ternyata tidak hanya sibuk mengurusi penghimpunan dana serta melayani pinjaman kebutuhan anggota, tapi diluar itu juga peduli terhadap pembinaan.kepada para petani. Buktinya, para petani yang.dibina itu baru saja berhasil memanen sayur kol yang sudah ditanam mereka sebelumnya. “Panen kol ini adalah bukti hasil kerjasama yang baik dengan.menggunakan sistem simpan pinjam pola syariah antara Kopsyah BMI dengan anggota yang berprofesi sebagai petani,” kata Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara, di acara panen kol perdana beberapa waktu lalu.

Acara seremonial panen perdana sayur kol milik petani binaan Kopsyah BMI ini berada di kampung Blukbuk Luwung, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten. Hadir dalam acara ini Bupati Kab Tangerang A Zaki Iskandar dan undangan pejabat lainnya. Bupati pada kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kepada Kopsyah BMI yang telah memfasilitasi warganya untuk bercocok tanam sayuran dengan mensupport permodalan dan pendampingan usaha. “Terima kasih tim penyuluh pertanian Kopsyah BMI yang telah mendampingi warga mengembangkan pertanian ini. Sekarang jangan mau lagi antri kerja di pabrik mending bertani,” kata Zaki.

Sebelumnya lanjut Zaki Iskandar, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Danrem dan Kodim Tangerang membuat sarana dan prasarana dengan membuat jalan yang menghubungkan Desa Blubuk dengan desa lain. “Alhamdulillah sekarang sudah.bagus. Sekarang kita punya tandon air, suasana sudah mendukung untuk bercocok tanam. Sedang terkait dengan pemasarannya kita kembalikan ke masysrakat. Banyak pengepul sayuran di sini. Dari hasil.pertanian kita tabung di Kopsyah BMI. Bisa nabung untuk Ibadah Haji ke tanah suci.Mekkah,” tandasnya lagi.

Sementara itu Kamaruddin Batubara menjelaskan panen sayur kol ini berada di lahan milik kelompok kecil petani, terdiri dari lima orang di atas lahan seluas 4.000 m2. Dari panen perdana ini akan dipetik sekitar 100 kg sayur kol segar. Selanjutnya hasil keseluruhan akan dilakukan satu minggu kemudian oleh kelompok lainnya. Hal ini karena perbedaan waktu menanam. “Hasil panen kol perdana ini dibeli langsung di tempat oleh pengepul sayuran dengan harga antara Rp 4000 – 4.500/kilogram. Lalu dari hasil keuntungan panen ini dilakukan bagi hasil secara musyarakah. Komposisinya 65% untuk petani dan 35% untuk Kopsysh BMI. Begitu memang aturan main ala pola syariah dengan anggota,” tutur Kamaruddin, seraya menambahkan target keseluruhan panen kol nanti diharapkan bisa mencapai 8 ton semuanya.

Masih jelas Kamarudin, awalnya petani yang menggarap tanaman kol ini cuma satu orang dengan luas lahan 1.000 m2, tapi sekarang ada 11 petani yang bergabung dan tiga diantaranya petani mandiri. “Sekarang kita sudah punya lahan pertanian 4,3 hektar sampaijuga ke Pandeglang,” tandasnya.

Sakadar diketahui, Kopsyah BMI yang berbisnis simpan pinjam pola syariah ini, kini memiliki anggota sebanyak 167.763 orang yang dilayani melalui 65 kantor cabang tersebar di wilayah Banten, utamanya di Tangerang. Tahun buku 2019 koperasi ini mencatat aset Rp603 miliar dengan omset Rp 840 miliar. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button